Pembersihan Sampah MotoGP Mandalika 2026 Masih Berlangsung, DLH Kerahkan 25 Petugas

oleh -32 Dilihat
oleh
Pembersihan Sampah MotoGP Mandalika 2026 Masih Berlangsung, DLH Kerahkan 25 Petugas

Kabupaten Lombok Tengah | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah masih melakukan pembersihan dan penyisiran sampah setelah ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika. Kegiatan tersebut belum berhenti setelah perlombaan selesai, karena petugas masih perlu menelusuri kawasan untuk memastikan sampah yang tersisa dapat dikumpulkan. Kepala DLH Lombok Tengah, Lalu Sarkin, menyampaikan keterangan itu di Lombok Tengah pada Jumat.

Menurut Sarkin, pekerjaan kebersihan mencakup seluruh kawasan Mandalika, bukan hanya area di dalam sirkuit. Dengan cakupan tersebut, penyisiran diarahkan ke berbagai bagian kawasan yang digunakan atau dilalui selama rangkaian kegiatan. Pembersihan menyeluruh diperlukan agar penanganan tidak terbatas pada lokasi utama perlombaan, sementara sampah di area lain tetap tertinggal.

DLH mengerahkan 25 petugas untuk mendukung pekerjaan tersebut. Mereka bertugas mengumpulkan sampah sekaligus menyisir lokasi yang perlu diperiksa kembali. Jumlah personel itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menuntaskan penanganan sampah pascaajang, termasuk di luar batas lintasan dan fasilitas sirkuit.

Penyisiran lanjutan juga membantu petugas mengetahui apakah masih ada sampah yang belum terangkat dalam pembersihan awal. Sampah yang ditemukan dapat dikumpulkan sehingga tidak terus berada di ruang publik maupun di sekitar kawasan penyelenggaraan. Langkah ini penting setelah acara yang menghadirkan banyak kegiatan dan pengunjung, ketika kebersihan perlu diperhatikan di berbagai titik.

Pelaksanaan pembersihan di seluruh kawasan menunjukkan bahwa penanganan dampak lingkungan dari sebuah ajang olahraga tidak berhenti pada area pertandingan. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan jangkauan kerja sesuai dengan luas kawasan yang terdampak kegiatan. DLH Lombok Tengah masih melanjutkan pekerjaan tersebut, dengan petugas menyisir area Mandalika dan mengumpulkan sampah yang ditemukan. Upaya ini menjadi bagian dari pemulihan kebersihan kawasan setelah MotoGP Indonesia 2026, sekaligus menjaga agar lokasi tersebut kembali tertata bagi masyarakat dan pengguna kawasan.

Gelaran MotoGP Indonesia 2026 berlangsung pada 9–11 Oktober di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Selama rangkaian acara, jumlah pengunjung diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kebutuhan penanganan kebersihan. Lalu Sarkin menyampaikan bahwa volume sampah di kawasan tersebut diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring lebih banyaknya penonton yang hadir. Perkiraan ini menjadi konteks penting bagi kegiatan pembersihan yang masih berlangsung setelah balapan.

Sumber menyebut jumlah penonton mencapai sekitar 150 ribu orang. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar dapat menambah sampah yang perlu dikumpulkan di area sirkuit dan fasilitas pendukung, termasuk sampah dari aktivitas konsumsi selama acara. Namun, angka penonton tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan besaran sampah yang dihasilkan. Volume sampah juga perlu dipastikan melalui pendataan dan penimbangan, sehingga estimasi peningkatan tidak keliru diperlakukan sebagai hasil akhir.

Sebagai pembanding, catatan MotoGP Indonesia 2025 menunjukkan sampah yang terkumpul mencapai 52 ton. Angka tersebut merujuk pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, bukan pada MotoGP 2026. Perbedaan ini perlu ditegaskan agar data historis tidak disalahartikan sebagai jumlah sampah tahun ini. Sampai ada angka resmi hasil pencatatan untuk 2026, belum tepat menyebut total sampah pada gelaran terbaru secara pasti.

Dengan demikian, informasi yang tersedia saat ini hanya mendukung perkiraan bahwa sampah meningkat dibandingkan tahun lalu, sejalan dengan jumlah penonton yang lebih banyak. Angka 150 ribu menggambarkan kehadiran penonton sebagaimana disebut sumber, sedangkan 52 ton adalah catatan sampah 2025. Keduanya tidak boleh digabungkan untuk menghasilkan angka volume sampah 2026. Kepastian mengenai jumlah terbaru bergantung pada hasil pengumpulan dan pencatatan petugas setelah seluruh kegiatan pembersihan selesai. Pembedaan perkiraan dan data terukur membantu pembaca memahami skala tantangan kebersihan tanpa menarik kesimpulan yang belum didukung informasi resmi. Karena itu, perkembangan jumlah sampah 2026 sebaiknya mengikuti keterangan dan pembaruan dari pihak terkait, bukan angka tahun sebelumnya.

DLH menurunkan 25 petugas untuk menangani sampah yang masih ditemukan di berbagai bagian kawasan MotoGP Mandalika. Pekerjaan tersebut didukung lima unit armada pengangkut yang digunakan untuk mengumpulkan dan membawa sampah dari titik-titik yang perlu dibersihkan. Petugas bergerak di sejumlah area, sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada satu lokasi. Pengumpulan dilakukan bertahap mengikuti kondisi lapangan dan banyaknya sampah yang dijumpai. Dengan dukungan personel serta kendaraan tersebut, sampah dapat dipindahkan dari kawasan menuju proses penanganan berikutnya. Langkah ini merupakan bagian dari kegiatan pembersihan yang masih berlangsung, bukan tanda bahwa seluruh pekerjaan sudah tuntas.

Lalu Sarkin menjelaskan bahwa sampah yang terkumpul tidak langsung diperlakukan sebagai satu jenis material. Petugas memilahnya agar sampah yang masih dapat dimanfaatkan tidak tercampur dengan residu yang harus dibuang. Material plastik yang masih mempunyai nilai ekonomi disalurkan ke bank sampah. Jalur tersebut memungkinkan plastik yang memenuhi kriteria untuk dikelola kembali, sekaligus memisahkannya dari sampah yang tidak lagi dapat dimanfaatkan. Pemilahan menjadi bagian penting dalam alur kerja karena menentukan ke mana setiap jenis sampah akan dibawa. Dengan demikian, pengangkutan mencakup pengumpulan dari kawasan serta penyaluran sesuai karakter materialnya.

Adapun sampah yang tidak dapat dimanfaatkan dibawa ke tempat pembuangan akhir. Petugas menggunakan armada yang tersedia untuk mengangkut material tersebut, sementara plastik bernilai ekonomi diarahkan ke bank sampah. Penjelasan Lalu Sarkin menggambarkan dua jalur penanganan berdasarkan hasil pemilahan, bukan bahwa seluruh sampah telah selesai diangkut atau diproses. Kegiatan masih berlangsung, sehingga jumlah material yang telah tertangani dapat berubah seiring pekerjaan di lapangan. Kehadiran 25 petugas dan lima unit kendaraan mendukung upaya pembersihan, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa semua bagian kawasan telah tuntas dibersihkan. DLH tetap menjalankan pengumpulan, pemilahan, dan pengangkutan sebagai rangkaian pekerjaan yang berjalan di berbagai titik kawasan.

Di luar penanganan sampah yang masih berlangsung setelah gelaran balap, data penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 di The Mandalika turut disampaikan oleh ITDC. Pelaksana tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyebut acara pada 9–11 Oktober itu dihadiri 157.875 pengunjung. Angka tersebut meningkat 12,5 persen dibandingkan 140.324 pengunjung pada 2025, sekaligus menjadi jumlah tertinggi sejak MotoGP pertama kali digelar di kawasan tersebut pada 2022.

ITDC juga menyampaikan perkiraan rata-rata belanja pengunjung sebesar Rp8,56 juta per orang. Perhitungan itu mencakup periode sejak sepekan sebelum acara hingga selama penyelenggaraan. Angka tersebut memberi gambaran mengenai aktivitas belanja yang berkaitan dengan kedatangan penonton, meski tidak mengubah fokus utama laporan ini, yakni kegiatan penyisiran dan pembersihan sampah di area acara.

Dalam pernyataan mengenai dampak ekonomi, Ahmad Fajar menyebut kenaikan sekitar 4,8 persen, dari Rp4,96 triliun pada 2025 menjadi Rp5,2 triliun pada 2026. Namun, bahan sumber juga memuat satu penyebutan angka Rp5,2 miliar yang tidak sejalan dengan angka triliun pada pernyataan tersebut. Perbedaan satuan itu perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait sebelum digunakan sebagai angka yang telah dipastikan; karena itu, kedua keterangan tidak dapat diperlakukan sebagai angka yang sama atau dikoreksi secara sepihak.

Data kunjungan, belanja, dan dampak ekonomi itu merupakan konteks terpisah dari pekerjaan petugas kebersihan setelah kegiatan berlangsung. Besarnya jumlah pengunjung dapat membantu menjelaskan skala acara, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan volume sampah ataupun hasil pembersihan. Penanganan sampah tetap perlu dipantau melalui informasi mengenai area yang disisir, jumlah petugas, serta perkembangan pekerjaan di lapangan.

Baca juga: KSPSI AGN Tangerang Sosialisasikan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, Aksi Berlangsung Aman dan Kondusif | TNI Kerahkan Alutsista dan Pasukan Khusus TNI AL Intensifkan Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 | Babinsa Kerta Buana Kompak Bersama Warga Lakukan Gotong Royong Pembersihan Lapangan