Pengamanan Diperketat, Pembukaan MTQ Internasional di Masjid Istiqlal Dipenuhi Peserta 9 Negara

oleh -14 Dilihat
oleh
Pengamanan Diperketat, Pembukaan MTQ Internasional di Masjid Istiqlal Dipenuhi Peserta 9 Negara

Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026 — Suasana di kawasan Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, sejak pagi sudah dipenuhi lalu lalang peserta berseragam, panitia, hingga aparat pengamanan yang bersiaga di sejumlah titik akses masuk. Di bawah kubah masjid terbesar di Asia Tenggara itu, agenda bertajuk “Indonesia Berdzikir” bersama Majelis Nurul Musthofa dan Pemuda Masjid Dunia berlangsung bersamaan dengan pembukaan internasional Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digagas Majelis Habib Nasional.

Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Aula Arozzaq Masjid Istiqlal tersebut diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah delegasi luar negeri. Sejak pukul 09.00 WIB, antrean registrasi mulai terlihat memanjang di area pendaftaran. Sebagian peserta tampak membawa map berisi dokumen administrasi, sementara lainnya memilih duduk berkelompok di pelataran masjid sambil menunggu arahan panitia.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial keagamaan biasa. Di dalamnya terdapat kompetisi MTQ tingkat internasional yang diikuti perwakilan dari sembilan negara serta peserta dari 28 provinsi di Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara ulama, pemuda masjid, qari, hingga tokoh nasional yang hadir sepanjang kegiatan berlangsung.

Di tengah padatnya aktivitas peserta, aparat gabungan dari kepolisian sektor Sawah Besar bersama unsur pengamanan internal masjid melakukan monitoring ketat demi memastikan seluruh agenda berjalan lancar. Pengamanan terlihat dilakukan mulai dari pintu masuk utama, area parkir, hingga jalur menuju aula utama kegiatan.

Sekitar pukul 10.25 WIB, apel pengamanan digelar di depan kawasan Masjid Istiqlal. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolsek Sawah Besar AKP Budiono. Dalam arahannya kepada personel pengamanan, ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap mobilitas peserta dan pengunjung mengingat kegiatan berlangsung selama beberapa hari dengan jumlah massa yang cukup besar.

Sementara itu, di dalam aula utama, panitia mulai memberikan pengarahan teknis kepada para peserta MTQ. H. Muhammad Ali dalam sambutannya meminta seluruh peserta mematuhi aturan perlombaan yang telah ditetapkan panitia. Ia menjelaskan bahwa setiap peserta diwajibkan hadir minimal 15 menit sebelum tampil agar jalannya perlombaan tetap tertib sesuai jadwal.

Panitia juga menerapkan sistem tanda lampu sebagai penunjuk waktu penampilan. Lampu kuning digunakan sebagai tanda persiapan, lampu hijau menjadi isyarat peserta mulai membaca ayat suci Al-Qur’an, sedangkan lampu merah menandakan waktu pembacaan segera diakhiri. Aturan tersebut diterapkan agar seluruh peserta memperoleh durasi tampil yang sama dan perlombaan berjalan efisien.

Tak lama setelah pengarahan selesai, pembukaan internasional MTQ resmi dimulai sekitar pukul 10.45 WIB. Satu per satu peserta tampil membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapan dewan juri dan tamu undangan. Suara lantunan tilawah menggema memenuhi ruangan aula, menghadirkan suasana khidmat yang membuat sebagian pengunjung memilih berhenti sejenak untuk menyimak penampilan para qari.

Beberapa peserta yang datang dari luar negeri tampak mengenakan pakaian khas negaranya masing-masing. Kehadiran mereka menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung yang memadati area kegiatan. Di sela perlombaan, panitia beberapa kali terlihat mengatur perpindahan peserta agar alur acara tetap berjalan sesuai rundown yang telah ditentukan.

Menjelang waktu Zuhur sekitar pukul 12.00 WIB, perlombaan dihentikan sementara. Peserta dan undangan kemudian diarahkan menuju area salat berjamaah. Meski jumlah pengunjung cukup ramai, situasi di dalam maupun luar masjid tetap terpantau tertib. Aparat pengamanan tampak aktif membantu pengaturan arus jamaah agar tidak terjadi penumpukan di pintu masuk ruang ibadah.

Usai salat Zuhur, perlombaan kembali dilanjutkan pukul 13.00 WIB. Atmosfer kompetisi mulai terasa ketika para peserta unggulan tampil membawakan tilawah dengan berbagai variasi nada dan teknik pembacaan. Beberapa penonton bahkan mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam dari kursi bagian belakang aula.

Selain ulama dan tokoh agama, sejumlah figur publik turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar hadir bersama beberapa habib nasional seperti Habib Ahmad Bin Jindad, Habib Abdullah Bin Jafar Assegaf, Habib Ghasim Bin Jafar Assegaf, Habib Athos Abdullah Bin Hasan Bin Jafar Assegaf, serta Habib Ali Uraidy Bin Hasan Bin Jafar Assegaf.

Kehadiran influencer muda seperti Syakir Daulay dan Khalil juga menarik perhatian peserta, khususnya kalangan remaja dan komunitas pemuda masjid yang hadir dari berbagai daerah. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto maupun menyapa langsung tokoh yang mereka kenal melalui media sosial.

Memasuki sore hari sekitar pukul 15.05 WIB, perlombaan kembali dihentikan sementara guna pelaksanaan salat Asar. Aktivitas peserta terlihat mulai melambat setelah seharian mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi. Sebagian memilih beristirahat di selasar masjid, sementara lainnya tetap bertahan di aula sambil berdiskusi dengan sesama peserta.

Sekitar pukul 16.10 WIB, lomba kembali dilanjutkan hingga menjelang petang. Di sesi akhir perlombaan, suasana aula terlihat lebih padat dibanding sebelumnya. Beberapa tamu undangan tambahan mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara malam berupa tabligh akbar dan dzikir bersama.

Perlombaan MTQ hari pertama akhirnya ditutup sekitar pukul 17.45 WIB. Panitia kemudian mengumumkan bahwa kompetisi akan kembali dilanjutkan pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Setelah pengumuman tersebut, peserta perlahan meninggalkan area aula menuju penginapan dan lokasi istirahat masing-masing.

Meski agenda perlombaan selesai, aktivitas di kawasan Masjid Istiqlal belum berhenti. Menjelang malam, ribuan jamaah mulai berdatangan untuk mengikuti tabligh akbar yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Berdzikir. Area pelataran masjid yang sebelumnya dipenuhi peserta lomba berubah menjadi lautan jamaah yang datang dari berbagai komunitas majelis taklim dan organisasi pemuda masjid.

Sekitar pukul 18.30 WIB, tabligh akbar resmi dimulai dengan pembacaan Ratib Al-Athos yang dipimpin para habaib dan ulama. Suara dzikir menggema dari dalam aula hingga area luar masjid. Jamaah tampak larut dalam suasana religius yang berlangsung hingga malam hari.

Petugas pengamanan terus melakukan monitoring selama kegiatan berlangsung. Pengawasan dilakukan secara terbuka maupun tertutup untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman. Aparat juga terlihat melakukan patroli rutin di sekitar pintu masuk dan area parkir kendaraan guna mengantisipasi kepadatan pengunjung.

Panitia menyebut kegiatan pembukaan internasional MTQ ini akan berlangsung selama tiga hari. Selain menjadi ajang perlombaan tilawah Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah mempererat hubungan antarnegara melalui syiar Islam dan kegiatan kepemudaan masjid.

Hingga seluruh agenda malam berjalan, situasi di kawasan Masjid Istiqlal terpantau aman dan kondusif. Tidak terlihat adanya gangguan berarti selama jalannya kegiatan. Aparat keamanan, panitia, dan relawan terus bersiaga untuk mengawal agenda hingga seluruh rangkaian acara selesai dalam beberapa hari ke depan.

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *