Pengerjaan Drainase Berlangsung hingga Akhir Desember, Pengendara Jalan Lereng Cinere Diminta Siapkan Rute Alternatif

oleh -22 Dilihat
oleh
Pengerjaan Drainase Berlangsung hingga Akhir Desember, Pengendara Jalan Lereng Cinere Diminta Siapkan Rute Alternatif

KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Pengendara kendaraan bermotor yang biasa melintasi Jalan Lereng Cinere menuju Pondok Cabe, Pamulang, diimbau menyiapkan rute alternatif untuk sementara waktu. Imbauan ini disampaikan seiring berlangsungnya proyek galian drainase di kawasan pertigaan South City hingga Jalan Lereng, Kota Depok, Jawa Barat. Pekerjaan tersebut diperkirakan memengaruhi kelancaran perjalanan masyarakat yang menggunakan jalur itu dalam aktivitas sehari-hari.

Selama proses pengerjaan berlangsung, sebagian badan jalan mengalami penyempitan karena digunakan untuk kegiatan penggalian, penempatan material, serta mobilisasi peralatan proyek. Kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas jalur dan menyebabkan kendaraan bergerak lebih lambat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Antrean juga berpotensi terjadi ketika arus kendaraan dari kedua arah bertemu di area yang ruang geraknya terbatas.

Karena itu, pengendara disarankan mempertimbangkan jalur lain menuju Pondok Cabe dan Pamulang sebelum berangkat. Pemilihan rute alternatif dapat membantu menghindari kepadatan sekaligus mengurangi risiko keterlambatan selama pekerjaan drainase berlangsung. Pengendara yang tetap melintasi kawasan proyek perlu meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta mengurangi kecepatan ketika mendekati titik galian.

Pengguna jalan juga sebaiknya memperhitungkan tambahan waktu perjalanan dan memantau informasi lalu lintas sebelum berangkat. Langkah tersebut penting, khususnya bagi pengendara yang tidak mengenal kondisi terbaru di sekitar pertigaan South City dan Jalan Lereng. Dengan mengatur waktu serta rute perjalanan lebih awal, potensi gangguan terhadap mobilitas dapat diminimalkan.

Pengerjaan drainase dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember. Selama periode tersebut, perubahan pola lalu lintas dapat diterapkan sesuai kebutuhan teknis dan situasi di lokasi. Masyarakat diharapkan bersabar serta mengikuti pengaturan yang diberlakukan demi mendukung keselamatan pekerja dan pengguna jalan. Koordinasi pelaksana proyek, petugas lalu lintas, dan warga juga diperlukan agar dampak penyempitan badan jalan terhadap arus kendaraan tetap terkendali.

Kanit Lantas Polsek Cinere, Iptu Suharyoko, memberikan keterangan mengenai pelaksanaan proyek fisik saluran air yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Menurut dia, pekerjaan tersebut berlangsung di kawasan Jalan Lereng Cinere dan perlu menjadi perhatian para pengendara yang melintas. Proyek itu dimulai pada Jumat, 2 Oktober 2026, serta dijadwalkan berjalan sampai Senin, 28 Desember 2026.

Suharyoko menjelaskan bahwa pekerjaan galian drainase masih dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kegiatan tersebut berlangsung dalam rentang waktu sejak awal Oktober hingga akhir Desember 2026. Keterangan itu sekaligus menegaskan bahwa pengerjaan saluran air belum selesai dalam waktu dekat dan masih berlanjut di sepanjang periode yang telah ditentukan.

Pengaturan pekerjaan drainase di Jalan Lereng Cinere dilakukan dengan mempertimbangkan kelancaran arus kendaraan. Untuk mengurangi gangguan pada jam sibuk, kegiatan penggalian dipusatkan pada malam hari, mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB. Waktu tersebut dipilih agar proses pengerjaan dapat berlangsung ketika volume lalu lintas cenderung lebih rendah dibandingkan siang hari.

Dalam pelaksanaannya, petugas dan pekerja menggali bagian jalan secara bertahap, kemudian memasang gorong-gorong pada area yang telah disiapkan. Setelah pekerjaan pada satu bagian selesai, galian tersebut ditutup menggunakan pelat besi baja. Penutupan sementara ini memungkinkan kendaraan tetap melintas pada siang hari, meskipun pengendara tetap perlu memperhatikan rambu, arahan petugas, serta kondisi permukaan jalan saat melewati lokasi proyek.

Berdasarkan keterangan kepolisian, ruas Jalan Lereng Cinere tidak mengalami penutupan total selama proyek drainase berlangsung. Pengaturan tersebut diterapkan agar pekerjaan dapat berjalan tanpa menghentikan seluruh mobilitas kendaraan di kawasan itu. Pernyataan Suharyoko menegaskan bahwa akses jalan tetap dibuka pada siang hari setelah bagian yang dikerjakan ditutup dengan pelat besi, sedangkan aktivitas penggalian dilaksanakan pada malam hari. Dengan pola kerja tersebut, pengguna jalan masih dapat melintas, tetapi mungkin menghadapi perlambatan, penyempitan lajur, atau antrean ketika pekerjaan sedang disiapkan dan diselesaikan. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan saat mendekati lokasi, mengikuti instruksi petugas, serta mempertimbangkan rute alternatif apabila perjalanan dilakukan pada waktu pengerjaan malam. Pengaturan ini akan diterapkan selama tahapan proyek berlangsung hingga pekerjaan drainase selesai sesuai jadwal.

Polsek Cinere mengingatkan adanya potensi kemacetan parah di sekitar lokasi pengerjaan drainase Jalan Lereng Cinere. Peringatan tersebut disampaikan karena aktivitas proyek berlangsung pada area yang menjadi jalur pergerakan pengendara, sehingga kapasitas jalan dapat berkurang selama pekerjaan berjalan. Kondisi lalu lintas diperkirakan semakin padat, terutama ketika volume kendaraan meningkat pada jam-jam sibuk.

Penyempitan badan jalan menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi menghambat kelancaran arus kendaraan. Tumpukan material proyek di sisi jalan dapat mengurangi ruang yang tersedia untuk kendaraan melintas. Selain itu, keberadaan alat berat yang digunakan dalam proses pengerjaan drainase juga dapat membatasi pergerakan kendaraan dan memerlukan pengaturan lalu lintas di sekitar area kerja. Situasi tersebut dapat menyebabkan kendaraan melaju lebih lambat, antrean memanjang, serta waktu tempuh bertambah.

Pengendara yang melintasi Jalan Lereng Cinere diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperhitungkan kemungkinan terjadinya perlambatan selama proyek berlangsung hingga akhir Desember. Masyarakat juga diimbau mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif agar tidak terjebak kepadatan di sekitar lokasi pengerjaan. Imbauan ini perlu diperhatikan terutama oleh pengendara yang memiliki jadwal perjalanan tetap atau harus tiba di tujuan pada waktu tertentu.

Polsek Cinere meminta pengguna jalan mematuhi arahan petugas dan mengurangi kecepatan ketika mendekati area proyek. Kehati-hatian diperlukan karena kondisi jalan yang menyempit dan aktivitas alat berat dapat berubah sesuai tahapan pekerjaan. Dengan mengantisipasi potensi kepadatan serta mempertimbangkan rute perjalanan sejak awal, pengendara diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama pengerjaan drainase berlangsung.