Penggerebekan Rumah di KPAD Cijantung Ungkap Puluhan Komputer Diduga untuk Judi Online

oleh -73 Dilihat
oleh
Penggerebekan Markas Judi Online di Kompleks Perumahan TNI Dilakukan pada Minggu

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Sebuah rumah di kompleks perumahan angkatan darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, didatangi personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kedatangan tersebut dilakukan setelah petugas menerima informasi mengenai adanya aktivitas yang dinilai tidak wajar di rumah itu.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ruangan di dalam bangunan. Pemeriksaan berlangsung sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti informasi yang diterima sekaligus memastikan kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut. Proses itu menjadi awal pengungkapan dugaan penggunaan rumah sebagai tempat untuk aktivitas judi online.

Dalam pemeriksaan, petugas menemukan puluhan komputer yang berada di beberapa bagian rumah. Temuan tersebut selanjutnya menjadi bagian penting dalam penelusuran terhadap dugaan kegiatan yang berlangsung di lokasi. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan unsur kewilayahan, mengingat rumah itu berada di lingkungan KPAD Cijantung.

Kehadiran personel Kodim 0505/Jakarta Timur di lokasi menunjukkan bahwa informasi mengenai aktivitas mencurigakan tersebut ditindaklanjuti melalui pemeriksaan langsung. Petugas mendatangi rumah, memeriksa ruangan-ruangan yang ada, dan mencatat temuan yang terlihat selama proses berlangsung. Dari pemeriksaan itulah muncul dugaan bahwa rumah tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas judi online.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di lingkungan kompleks perumahan angkatan darat. Namun, pada tahap awal pemeriksaan, informasi yang tersedia masih berkaitan dengan kedatangan petugas, pemeriksaan sejumlah ruangan, serta temuan puluhan komputer di dalam rumah. Temuan tersebut menjadi dasar untuk mengungkap lebih lanjut aktivitas yang diduga berlangsung di lokasi KPAD Cijantung pada saat pemeriksaan dilakukan.

Pemeriksaan di dalam rumah tersebut mengungkap keberadaan puluhan komputer yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online. Perangkat-perangkat itu ditemukan ketika petugas melakukan penggeledahan di lokasi. Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan perkara karena menunjukkan adanya sejumlah peralatan elektronik dalam satu tempat yang diduga digunakan untuk menjalankan kegiatan berbasis internet.

Selain komputer, petugas juga membawa sejumlah barang lain dari rumah itu untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan terdiri atas 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan KTP. Jumlah tersebut mencakup seluruh barang yang disebutkan dalam hasil pemeriksaan di lokasi. Setiap barang dapat menjadi bagian dari proses pendalaman untuk mengetahui keterkaitannya dengan dugaan aktivitas judi online.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas turut mengamankan 11 orang yang berada di dalam rumah. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Seluruhnya disebut sebagai warga sipil. Informasi mengenai pengamanan itu belum menjelaskan peran atau keterlibatan masing-masing orang, sehingga status dan posisi mereka dalam perkara masih perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Temuan puluhan komputer, telepon seluler, dan dokumen identitas tersebut selanjutnya dapat diperiksa untuk memperoleh informasi yang relevan dengan penyelidikan. Pemeriksaan terhadap perangkat elektronik biasanya menjadi bagian dari upaya mengumpulkan fakta mengenai aktivitas yang berlangsung di lokasi. Namun, dugaan penggunaan komputer untuk judi online tetap memerlukan pembuktian melalui proses hukum dan keterangan resmi aparat. Dengan demikian, barang bukti serta 11 warga sipil yang diamankan menjadi fokus pemeriksaan lanjutan, tanpa mendahului penetapan peran atau status hukum mereka.

Setelah pengamanan dilakukan di rumah yang berada di kawasan KPAD Cijantung, kesebelas orang yang ditemukan di lokasi dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom). Mereka menjalani pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan mengenai keberadaan serta aktivitas yang berlangsung di rumah tersebut. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari proses awal untuk mengumpulkan informasi secara lebih lengkap dan memastikan setiap fakta yang ditemukan dapat ditelusuri sesuai prosedur.

Hingga tahap tersebut, aktivitas yang dilakukan di rumah itu masih dalam pendalaman. Aparat belum menyampaikan kesimpulan mengenai peran masing-masing orang yang diamankan. Karena itu, status mereka perlu dipahami sebagai pihak yang sedang dimintai keterangan, bukan sebagai tersangka atau pihak yang telah terbukti terlibat dalam kegiatan ilegal. Pendalaman juga mencakup pemeriksaan terhadap perangkat komputer dan barang lain yang diamankan dari lokasi.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang diterima. Menurutnya, langkah itu ditujukan untuk mengamankan lokasi sekaligus barang bukti agar dapat diproses lebih lanjut berdasarkan ketentuan yang berlaku. Keterangan tersebut menegaskan bahwa pemeriksaan dan pengamanan dilakukan untuk memastikan informasi awal dapat diverifikasi melalui proses yang terukur.

Brigjen TNI Donny Pramono juga menyampaikan komitmen TNI AD untuk memastikan berbagai fasilitas yang berada di lingkungannya tidak digunakan bagi kegiatan ilegal yang merugikan masyarakat. Komitmen itu menjadi dasar penting dalam pengawasan terhadap penggunaan fasilitas, termasuk ketika muncul informasi mengenai dugaan aktivitas yang tidak sesuai peruntukan. TNI AD akan menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman sebelum menyampaikan informasi lanjutan mengenai aktivitas di rumah tersebut.

Kasus penggerebekan sebuah rumah di kawasan KPAD Cijantung mendapat perhatian dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena ditemukannya puluhan komputer yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online. Penanganan perkara tetap berada dalam proses pemeriksaan, sehingga setiap informasi mengenai keterlibatan pihak tertentu perlu menunggu hasil penyelidikan dan verifikasi resmi.

Sehari sebelum keterangan Donny disampaikan, Maruli menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat akan menindaklanjuti setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran. Ia menyatakan, laporan yang diterima harus direspons secara cepat agar persoalan dapat segera ditelusuri berdasarkan fakta. Sikap tersebut mencerminkan komitmen institusi untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran di lingkungan TNI AD diperiksa melalui mekanisme yang berlaku, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam prosesnya.

Maruli juga menyampaikan bahwa apabila pemeriksaan membuktikan adanya prajurit yang terlibat dalam kegiatan ilegal, atau memberikan fasilitas untuk mendukung aktivitas tersebut, tindakan akan diberikan sesuai ketentuan. Bentuk tindak lanjut akan menyesuaikan hasil pemeriksaan serta aturan hukum dan disiplin yang berlaku bagi personel TNI AD. Dengan demikian, status setiap pihak tidak ditentukan hanya berdasarkan dugaan atau temuan awal, melainkan melalui proses pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penegasan itu sekaligus menunjukkan bahwa TNI AD tidak menoleransi pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan fasilitas di lingkungan institusinya. Setiap laporan akan menjadi dasar untuk melakukan penelusuran dan mengambil langkah yang diperlukan. Namun, hingga pemeriksaan terhadap kasus di Cijantung selesai, belum terdapat dasar untuk menyimpulkan hasil akhirnya. Perkembangan perkara masih menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak yang berwenang.