PSHT NTT Serukan Tolak Provokasi dan Kekerasan : Dukung Polri Jaga Kamtibmas

oleh -4701 Dilihat

RADARNKRI.ID, NTT – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya untuk mendukung Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah NTT.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua PSHT NTT, Nikolas Boesday, sebagai bentuk dukungan organisasi terhadap terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat.

Nikolas mengatakan, seluruh warga PSHT di NTT memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat dengan menjunjung tinggi hukum dan menjaga persatuan.

“PSHT NTT mendukung penuh Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mengajak seluruh warga PSHT untuk selalu menjunjung tinggi hukum serta menjadi pelopor persaudaraan di tengah masyarakat,” kata Nikolas Boesday dalam keterangannya.

Menurut dia, komitmen tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum PSHT, Muhammad Taufiq, yang menekankan pentingnya nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap aturan hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Di bawah kepemimpinan Muhammad Taufiq, seluruh warga PSHT diharapkan mampu menjadi agen perdamaian serta menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Nikolas menegaskan, PSHT tidak mentoleransi tindakan kekerasan, provokasi, maupun perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan norma sosial yang berlaku.

“Kami menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, dan tindakan melawan hukum. Warga PSHT harus menjadi contoh yang baik dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut, PSHT NTT juga menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.

Sinergi tersebut, kata Nikolas, penting untuk memperkuat upaya pencegahan konflik sosial sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat NTT.

“Melalui kerja sama yang baik dengan Polri, pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat, kami optimistis situasi Kamtibmas di NTT dapat terus terjaga dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, pembinaan karakter dan kedisiplinan yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan di PSHT akan terus diperkuat agar para anggotanya memiliki kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

PSHT NTT juga berkomitmen mempererat persaudaraan antarwarga masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun kelompok tertentu.

Menurut Nikolas, semangat persaudaraan yang menjadi ajaran utama PSHT harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui sikap saling menghormati, menghargai, dan menjaga kerukunan.

“Kami ingin seluruh warga PSHT menjadi pelopor perdamaian, menjaga persatuan bangsa, serta mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif demi kemajuan Nusa Tenggara Timur,” pungkas Nikolas.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *