KOTA BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai wakil menteri keuangan. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pengangkatan itu menambah jajaran pimpinan di lingkungan Kementerian Keuangan, yang dipimpin Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan didampingi Wakil Menteri Keuangan Juda Agung.
Dengan pelantikan tersebut, Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman tercatat sebagai bagian dari jajaran wakil menteri keuangan. Informasi mengenai keduanya kemudian dapat dilihat melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN. Laporan itu menjadi dokumen yang memuat rincian harta kekayaan pejabat negara berdasarkan penyampaian kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.
Data yang menjadi rujukan adalah LHKPN periodik 2025 yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pada Februari 2026. Posisi harta yang tercantum dalam laporan tersebut dihitung per 31 Desember 2025. Dengan demikian, rincian kekayaan Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman yang dibahas dalam laporan ini menggambarkan kondisi harta masing-masing pada akhir tahun 2025, sebelum keduanya dilantik sebagai wakil menteri keuangan.
Penyajian data LHKPN ini memberikan gambaran mengenai harta kekayaan yang dilaporkan oleh kedua pejabat berdasarkan dokumen resmi. Periode pelaporan, waktu penyampaian, serta tanggal posisi harta perlu diperhatikan agar informasi tersebut dipahami secara tepat. LHKPN periodik 2025 disampaikan pada Februari 2026, sementara nilai dan rincian aset yang dilaporkan merujuk pada keadaan per 31 Desember 2025. Pembahasan selanjutnya akan menguraikan data kekayaan Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sesuai laporan masing-masing.
Luky Alfirman, yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, melaporkan total kekayaan bersih sebesar Rp52.827.928.569 setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan. Nilai tersebut merupakan keseluruhan aset yang tercatat dalam laporan kekayaannya setelah dikurangi kewajiban. Dalam laporan itu, Luky tidak mencantumkan kewajiban utang, sehingga seluruh nilai kekayaan yang dilaporkan menjadi kekayaan bersihnya.
Komponen terbesar berasal dari kas dan setara kas senilai Rp23.099.474.305. Pos berikutnya adalah surat berharga dengan nilai Rp15.034.806.720. Selain itu, Luky memiliki tanah dan bangunan senilai Rp13.000.000.000. Ketiga kelompok aset tersebut menjadi bagian utama dari total kekayaannya, dengan kas dan setara kas mencerminkan porsi terbesar dalam laporan harta.
Aset properti Luky terdiri atas tiga unit tanah dan bangunan yang diperoleh dari hasil sendiri. Dua unit berada di Jakarta Selatan, masing-masing bernilai Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar. Satu unit lainnya berlokasi di Kota Bandung dengan nilai Rp3 miliar. Jika digabungkan, ketiga properti tersebut menghasilkan total nilai Rp13 miliar, sesuai dengan angka tanah dan bangunan yang tercantum dalam laporan kekayaan.
Di sektor transportasi, Luky melaporkan empat mobil dengan nilai keseluruhan Rp550 juta. Kendaraan tersebut meliputi Toyota Avanza tahun 2023, Honda Accord tahun 2013, Honda City tahun 2014, dan Honda Jazz tahun 2012. Selain aset-aset tersebut, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp205 juta. Laporan itu turut mencatat harta lainnya sebesar Rp938.647.544, yang melengkapi rincian kekayaan Luky Alfirman.
Nurkholisoh Ibnu Aman melaporkan total harta kotor sebesar Rp6.392.808.000 dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Setelah dikurangi utang senilai Rp1.691.300.000, kekayaan bersih yang tercatat mencapai Rp4.701.508.000. Nilai utang tersebut setara dengan sekitar 26,5 persen dari keseluruhan harta kotor yang dilaporkan.
Komponen terbesar dalam laporan tersebut berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai Rp3.420.008.000. Selain itu, Nurkholisoh mencatat kas dan setara kas sebesar Rp2.910.000.000. Kedua pos ini menjadi penyumbang utama terhadap total aset yang dimilikinya, sementara komponen lainnya memiliki nilai yang lebih kecil.
Dalam daftar tanah dan bangunan, terdapat tujuh bidang aset. Salah satunya berada di Kota Tangerang. Aset dengan nilai terbesar tercatat berada di Jakarta Pusat, dengan nilai sekitar Rp1,61 miliar. Laporan itu juga mencantumkan dua tanah dan bangunan yang diperoleh melalui warisan di Kota Magelang. Selain aset di dalam negeri, terdapat satu tanah dan bangunan di luar negeri yang juga berstatus warisan, dengan nilai Rp715 juta.
Pada pos alat transportasi dan mesin, Nurkholisoh hanya mencatat satu unit sepeda Polygon keluaran 2017. Sepeda tersebut dilaporkan bernilai Rp800.000. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp62.000.000. Sementara itu, tidak ada kepemilikan surat berharga yang dilaporkan dalam LHKPN, sehingga pos tersebut tercatat nihil.
Rincian ini menunjukkan bahwa struktur kekayaan Nurkholisoh terutama bertumpu pada aset properti, kas, dan setara kas. Kepemilikan properti yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk aset warisan di Magelang dan luar negeri, menjadi bagian penting dari profil hartanya setelah ia dilantik sebagai wakil menteri keuangan.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025, terdapat perbedaan nilai kekayaan bersih Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman setelah keduanya dilantik sebagai wakil menteri keuangan. Luky Alfirman tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp52,82 miliar. Sementara itu, kekayaan bersih Nurkholisoh Ibnu Aman tercatat mencapai Rp4,70 miliar.
Jika dibandingkan secara nominal, selisih kekayaan bersih keduanya mencapai sekitar Rp48,12 miliar. Angka tersebut diperoleh dari perbedaan Rp52,82 miliar dan Rp4,70 miliar sebagaimana tercantum dalam data LHKPN periodik 2025. Dengan demikian, nilai kekayaan bersih Luky Alfirman berada jauh di atas nilai kekayaan bersih Nurkholisoh Ibnu Aman dalam laporan periode yang sama.
Dari sisi perbandingan, kekayaan bersih Luky Alfirman sekitar 11,2 kali lipat dibandingkan kekayaan bersih Nurkholisoh Ibnu Aman. Perhitungan ini didasarkan pada pembagian nilai Rp52,82 miliar dengan Rp4,70 miliar. Perbandingan tersebut merangkum data kekayaan bersih yang dilaporkan oleh masing-masing pejabat, tanpa mengubah nilai aset, kewajiban, maupun komponen lain yang menjadi dasar pencatatan dalam LHKPN.
Rangkuman nilai tersebut menunjukkan bahwa Luky Alfirman memiliki kekayaan bersih Rp52,82 miliar, sedangkan Nurkholisoh Ibnu Aman memiliki kekayaan bersih Rp4,70 miliar. Selisih nominal sekitar Rp48,12 miliar dan rasio sekitar 11,2 kali lipat menjadi gambaran perbandingan angka dalam LHKPN periodik 2025. Data ini disajikan sebagai informasi mengenai nilai kekayaan bersih kedua wakil menteri berdasarkan laporan yang tersedia.

