Lebak (ANTARA) – Wisatawan dari berbagai daerah di Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, memadati permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, sambil berburu buah durian. Kusni, pengunjung saba budaya warga Jakarta, mengatakan pihaknya bersama rombongan berkunjung ke Badui dan menginap malam Rabu serta kembali ke Jakarta pada Kamis (27/8).
n
Keterangan yang tercatat menyebut Tradisi bertani Badui hasilkan panen melimpah "Kami merasa bersyukur adanya pengunjung saba budaya itu dipastikan membawa dampak positif bagi masyarakat Badui, terlebih pendapatan ekonomi cenderung meningkat seiring panen durian," kata Medi. Kondisi topografi pemukiman Badui yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan, kata dia, menjadi tantangan tersendiri. Ia mengatakan kehidupan masyarakat Badui luar biasa dengan kesederhanaan mampu menjaga alam, sehingga memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk mencintai alam agar tidak rusak. "Kami menginap ke pemukiman Badui dan pulang Kamis pagi," kata Sandra.
n
Data lain dalam laporan menunjukkan Sementara itu Sandra (17), warga Tangerang, bersama rombongan komunitas mengunjungi saba budaya Badui untuk melihat kehidupan masyarakat adat, juga membeli durian dengan harga Rp30 ribu sampai Rp100 ribu per butir.
n
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Wisatawan tersebut datang dengan rombongan baik keluarga, pasangan, maupun komunitas masyarakat. Menurutnya, kawasan Badui sangat menyenangkan untuk melepaskan kepengapan di Jakarta, dimana panorama alam Badui masih asli dan benar-benar memberikan ketenangan, kenyamanan, serta kegembiraan. Dukung pariwisata, Banten buka rute bus Serang-Badui Rp1 via QRIS Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
n
Sekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Medi saat dihubungi di Lebak, Rabu, mengatakan wisatawan atau saba budaya yang bersilaturahmi dengan masyarakat Badui hingga ribuan orang pada Selasa (25/8) dan Rabu (26/8) dengan jumlah tercatat 2.700 orang Mereka datang, kata dia, menikmati panorama alam sambil membeli buah durian Badui yang memiliki keunggulan legit, beraroma, manis, dan buahnya tebal. Madu odeng dan jalan panjang anak-anak Badui menembus kota "Kami bersama rombongan berjalan kaki menebus hutan dan jalan setapak menuju pemukiman Badui di Kampung Kadu Gajah sangat melelahkan, meski sepanjang tiga kilometer, namun setelah makan durian kelelahan hilang," kata Kusni.
n

