HUT ke-81 TNI AL di Surabaya, Kasal Tegaskan Kesiapan Hadapi Ancaman Maritim

oleh -88 Dilihat
oleh

SURABAYA, 10 September 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI Angkatan Laut berlangsung khidmat di Dermaga Madura Ujung, Koarmada II, Surabaya, Kamis (10/9/2026). Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur TNI AL serta dihadiri jajaran pejabat TNI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga dan sejumlah tokoh terkait kemaritiman. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, Danwing 2 Puspenerbal.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan 81 tahun TNI AL tidak sekadar menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan mengevaluasi kekuatan yang telah dibangun sekaligus mempersiapkan kemampuan menghadapi perubahan lingkungan strategis. Dalam amanatnya, Kasal menempatkan laut sebagai ruang vital bagi kedaulatan Indonesia, jalur perdagangan dan komunikasi, penghubung antardaerah, sekaligus kawasan strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan nasional.

Menghadapi perkembangan geopolitik yang semakin kompleks, Kasal menilai tantangan keamanan maritim kini tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional. Perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, gangguan infrastruktur, aktivitas grey zone hingga penggunaan kekuatan militer terbuka dapat muncul dalam spektrum yang semakin sulit dipisahkan antara kondisi damai, krisis dan konflik. Perubahan teknologi juga berlangsung cepat, ditandai dengan berkembangnya kecerdasan buatan, sistem tanpa awak, sensor modern, persenjataan jarak jauh, pengolahan data dan jaringan informasi yang mengubah pola pengamatan serta pengambilan keputusan dalam operasi militer.

Karena itu, transformasi TNI AL dinilai harus berjalan tanpa henti. Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) tetap menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat kemampuan pertahanan, namun Kasal menegaskan bahwa kekuatan alutsista harus ditopang prajurit yang kompeten, organisasi dan doktrin yang relevan, sistem komando-kendali yang efektif, jaringan informasi terintegrasi serta dukungan logistik yang mampu menjaga kesinambungan operasi. Dukungan pemerintah terhadap penguatan pertahanan, termasuk penambahan berbagai alutsista baru, diapresiasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tangkal, kemampuan operasi dan integrasi antarmatra.

Selain menghadapi ancaman keamanan, kesiapsiagaan TNI AL juga diarahkan untuk merespons berbagai kondisi darurat yang dapat berdampak terhadap masyarakat. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung berapi serta bencana lainnya dapat mengganggu rantai pasok dan memicu persoalan sosial. Untuk itu, seluruh prajurit dan alutsista TNI AL dituntut selalu siap digerakkan ketika negara membutuhkan. Kehadiran tersebut juga diwujudkan melalui program Aku Cinta Laut, yang mencakup kegiatan kebersihan pantai dan laut, bantuan sosial, makan bergizi, pelayanan kesehatan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui budidaya ikan dan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah.

Dalam amanatnya, Kasal memberikan tiga penekanan utama kepada seluruh jajaran TNI AL, yakni kesiapsiagaan operasi, profesionalisme prajurit dan penguatan sinergi. Setiap satuan diminta mampu menjalankan tugas secara profesional di seluruh spektrum operasi, sementara disiplin dan integritas harus terus dijaga sebagai bagian dari kehormatan institusi. Sinergi dengan seluruh unsur TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat juga perlu diperkuat, termasuk dalam menjaga sumber daya alam strategis, wilayah laut serta mencegah berbagai bentuk kejahatan maritim seperti penyelundupan narkotika dan illegal fishing yang merugikan kepentingan nasional.

Rangkaian upacara kemudian diisi dengan penghormatan kepada panji TNI AL, pengucapan Sapta Marga, penganugerahan tanda kehormatan, doa serta prosesi penutupan upacara. Setelah upacara utama, peserta menyaksikan demonstrasi taktis pertempuran Cilacap di Dermaga Madura Ujung dan dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada prajurit berprestasi. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.55 WIB dan dilanjutkan dengan acara tasyakuran di Gedung PTA Koarmada II Surabaya. Dalam momentum HUT ke-81 tersebut, TNI AL kembali menegaskan komitmennya membangun kekuatan laut yang modern, tangguh dan siap menjaga setiap jengkal wilayah perairan Indonesia.
Pewarta: Abdul Latif