Di Balik Penampilan Syahrini di Pestapora, Ada Sentuhan Komedi David Nurbianto

oleh -145 Dilihat
oleh
Di Balik Penampilan Syahrini di Pestapora, Ada Sentuhan Komedi David Nurbianto

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Penampilan Syahrini di panggung Pestapora pada akhir September tidak hanya mengandalkan tata panggung, busana, dan koreografi. Di balik materi yang dibawakan, terdapat keterlibatan komedian David Nurbianto dalam proses kreatif untuk mematangkan unsur komedi yang disiapkan sang penyanyi. Peran tersebut menjadi perhatian setelah penampilan Syahrini menuai pembicaraan dan publik mengetahui bahwa David ikut membantu mengembangkan materi yang dibawakan di hadapan penonton.

David menjelaskan bahwa keterlibatannya bukan dalam kapasitas sebagai pengajar lawakan bagi Syahrini. Ia lebih berperan sebagai konsultan komedi, yakni memberikan masukan, menguji gagasan, serta membantu menyusun bagian-bagian humor agar dapat menyatu dengan karakter dan penampilan Syahrini di atas panggung. Pendekatan itu membuat materi komedi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari keseluruhan konsep pertunjukan yang dipersiapkan untuk Pestapora.

Pengakuan mengenai peran tersebut disampaikan David ketika ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Ia mengaku terkejut karena publik akhirnya mengetahui keterlibatannya sebagai konsultan komedi Syahrini. Menurut David, dirinya tidak pernah secara terbuka menyebut jabatan atau peran itu kepada masyarakat. Ia menduga informasi tersebut diketahui setelah seorang warganet menelusuri keterlibatannya dalam persiapan penampilan sang penyanyi, lalu membagikannya hingga menjadi perhatian publik.

Pernyataan itu sekaligus memperjelas bahwa kontribusi David berlangsung di balik layar. Ia tidak tampil sebagai bagian utama dari pertunjukan, tetapi membantu proses pematangan materi sebelum Syahrini naik ke panggung. Terungkapnya kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa unsur humor dalam pertunjukan musik dapat melibatkan proses kreatif yang cukup terarah, termasuk konsultasi dengan komedian untuk menyesuaikan gagasan, penyampaian, dan respons penonton.

Keterlibatan David Nurbianto dalam proyek penampilan Syahrini di Pestapora bermula dari sebuah rekomendasi. Komika Ucup menjadi sosok yang memperkenalkan nama David kepada promotor Pestapora, Dino Hamid. Dari rekomendasi tersebut, terbuka kesempatan bagi David untuk ikut ambil bagian dalam proyek yang memadukan penampilan panggung Syahrini dengan sentuhan komedi.

Sebelum tawaran itu sampai kepada David, komika Awe sebenarnya menjadi orang pertama yang diminta untuk membantu proyek tersebut. Namun, Awe tidak dapat memenuhi tawaran yang diberikan. Kesempatan itu kemudian diteruskan kepada David, sehingga ia mendapat ruang untuk terlibat dalam rangkaian persiapan penampilan Syahrini di festival musik tersebut. Pergantian sosok yang membantu ini menjadi awal dari keterlibatan David dalam proyek yang kemudian menarik perhatian publik.

David menyampaikan apresiasinya kepada Dino Hamid karena telah memberinya kesempatan untuk ikut terlibat. Menurutnya, ruang yang diberikan promotor tersebut menjadi pengalaman penting, terlebih proyek itu mengharuskannya berkontribusi dalam penampilan seorang penyanyi dengan karakter panggung yang kuat seperti Syahrini. Apresiasi itu juga tidak lepas dari peran Ucup yang telah merekomendasikan dirinya kepada Dino.

Dengan demikian, keterlibatan David tidak terjadi secara tiba-tiba. Rangkaian prosesnya dimulai dari kebutuhan proyek, rekomendasi Ucup, lalu keputusan Dino Hamid untuk memberikan kesempatan kepadanya setelah Awe tidak dapat memenuhi tawaran tersebut. Dukungan dari rekan sesama komika dan kepercayaan dari promotor menjadi pintu masuk bagi David untuk menghadirkan unsur komedi dalam penampilan Syahrini di Pestapora.

David Nurbianto menerima tawaran untuk terlibat dalam penampilan Syahrini di Pestapora karena melihatnya sebagai pengalaman yang belum pernah ia jalani. Selama ini, ia lebih dikenal melalui panggung komedi dan berbagai program hiburan, sedangkan kesempatan tersebut membawanya ke tengah pertunjukan musik berskala besar. Perbedaan suasana itu menjadi tantangan tersendiri, terutama karena ia harus menyesuaikan diri dengan konsep penampilan, karakter penonton, serta energi panggung yang lebih meriah dan terbuka.

Tawaran itu pada awalnya datang melalui Awe. Meski sempat mempertimbangkan bentuk keterlibatan yang akan dijalankan, David akhirnya bersedia mengambil kesempatan tersebut. Ia mengaku menyukai tantangan dan tidak ingin melewatkan pengalaman baru hanya karena berada di luar kebiasaan. Bagi David, proyek bersama Syahrini bukan sekadar pekerjaan tambahan, melainkan kesempatan untuk menguji kemampuan mengolah komedi dalam konteks pertunjukan musik. Ia perlu menemukan cara menghadirkan humor tanpa mengganggu alur penampilan atau mengurangi perhatian terhadap sosok utama di atas panggung.

David juga memandang Syahrini sebagai figur dengan status istimewa dan persona yang sangat kuat. Menurutnya, Syahrini memiliki daya tarik publik yang berbeda karena hampir setiap hal yang disampaikan dapat menjadi berita atau memunculkan perhatian luas. Pilihan kata, gaya bicara, hingga respons spontan sang penyanyi dinilai memiliki potensi untuk diperbincangkan oleh masyarakat. Kondisi tersebut membuat David harus lebih peka ketika berinteraksi dan menyusun materi komedi di sekitarnya.

Bekerja bersama Syahrini menjadi pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Selain menghadapi panggung besar, David juga berhadapan dengan figur yang memiliki karakter publik kuat dan pengaruh besar terhadap pemberitaan. Situasi itu menuntut keberanian, keluwesan, serta kemampuan membaca momentum. Karena menyukai tantangan, ia memilih menjalaninya dengan sikap terbuka dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai pengalaman penting dalam memperluas ruang kreatifnya.

Kontribusi David Nurbianto dalam penampilan Syahrini di Pestapora lebih banyak berada di balik layar. Ia tidak berperan untuk mengajari Syahrini cara melucu, sebab menurut penilaiannya, penyanyi tersebut sudah memiliki unsur humor yang muncul secara alami melalui ucapan, ekspresi, dan cara membawakan diri. Pembawaan yang genuine itu menjadi modal penting dalam menciptakan momen komedi tanpa harus dibuat-buat atau diarahkan terlalu ketat.

Karena itu, bantuan David difokuskan pada pencarian bahan percakapan yang sedang berkembang. Ia membantu menyaring isu terkini, topik yang ramai dibicarakan, serta hal-hal yang menjadi perhatian warganet. Bahan tersebut kemudian dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari materi panggung agar percakapan Syahrini tetap terasa relevan dengan suasana yang sedang berlangsung. Pendekatan ini juga membuat humor yang disampaikan lebih dekat dengan pengalaman penonton dan perbincangan publik.

Dalam penjelasannya, David menyebut Syahrini sudah cukup lama tidak mengikuti perkembangan zaman secara intens. Kondisi itu membuatnya mengambil peran untuk memberi masukan mengenai topik yang sesuai, termasuk isu populer dan percakapan yang tengah ramai di media sosial. Meski demikian, masukan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah karakter alami Syahrini. David hanya menyediakan referensi komedi dan isu, sementara cara menyampaikan, pilihan ekspresi, serta keunikan pembawaannya tetap menjadi bagian dari diri Syahrini sendiri. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa unsur komedi dalam penampilannya dibangun melalui perpaduan spontanitas personal dan persiapan materi yang lebih terarah.