Pemkot Probolinggo Tanam 200 Mangrove Dukung Probolinggo Bersolek

oleh -597 Dilihat
oleh

KOTA PROBOLINGGO – Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi tanam mangrove di Pantai Permata Pilang, Kecamatan Kademangan, Selasa pagi (25/2). Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, bersama Paguyuban Bank Sampah “Kenari Indah,” PT Pegadaian Syariah Probolinggo, dan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah (Forsepsi) Kota Probolinggo.

Sebanyak 200 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mencegah abrasi pantai. Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Bank Sampah Kenari Indah yang menginisiasi kegiatan ini bersama DLH dan berbagai mitra lainnya.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bank Sampah Kenari Indah sebagai inisiator kegiatan tanam mangrove dan bersih-bersih pantai ini. Terima kasih juga kepada PT Pegadaian yang telah mendukung penuh kegiatan ini hingga terlaksana dengan sukses,” ujar Ina.

Lebih lanjut, Ina menegaskan bahwa keberadaan ekosistem mangrove yang sehat berperan penting dalam mendukung keberlanjutan kehidupan pesisir, termasuk bagi para nelayan dan masyarakat sekitar. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya Pemkot Probolinggo dalam mewujudkan ikon pelestarian pesisir yang berkelanjutan, selaras dengan program Probolinggo Bersolek yang sedang dijalankan bersama Wali Kota Aminudin.

Probolinggo Bersolek, Wujud Kota Asri dan Nyaman

Dalam kesempatan tersebut, Ina juga menjelaskan bahwa Probolinggo Bersolek adalah program unggulan yang berfokus pada optimalisasi dan penataan taman kota serta ruang terbuka hijau agar menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.

Kepala DLH Probolinggo, Retno Wandansari, menambahkan bahwa aksi tanam mangrove ini merupakan bagian dari program kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia bersih. DLH juga mulai mengampanyekan budaya minim sampah dengan mengimbau masyarakat untuk tidak mengirimkan papan bunga atau banner ucapan berbahan plastik dan styrofoam. Sebagai gantinya, mereka dianjurkan untuk memberikan bibit pohon atau tanaman hias yang lebih bermanfaat.

“Kami telah menerbitkan surat edaran agar ucapan kepada wali kota dan wakil wali kota diberikan dalam bentuk bibit pohon atau tanaman hias. Ini akan lebih bermanfaat dan nantinya akan ditanam di beberapa titik Kota Probolinggo,” jelas Retno.

Dukungan Komunitas dan Kesadaran Lingkungan

Ketua Bank Sampah Kenari Indah, Syaifudin Zuhri, berharap momentum HPSN ini dapat mendorong budaya minim sampah di masyarakat. Selain menanam mangrove, komunitasnya juga telah menggelar kegiatan biopori nasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Masyarakat harus mulai memilah sampah dari rumah, sehingga yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) benar-benar hanya sisa residu sampah saja,” ujar Syaifudin, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Forsepsi Kota Probolinggo.

Acara ini juga dihadiri oleh Camat Kademangan Gofur Effendi, Camat Mayangan Agus Dwiwantoro, Lurah Pilang Rois, serta perwakilan dari PT Pegadaian dan Forsepsi dari berbagai daerah, termasuk Jember, Madiun, Mojokerto, dan Surabaya.

Dengan adanya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, diharapkan Probolinggo dapat menjadi kota yang lebih hijau, asri, dan nyaman bagi seluruh warganya. (Edi D/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *