Daera  

Malam Penuh Doa dan Senyum di Sumber Pancur, Kepemudaan Lahir dari Gotong Royong dan Kebersamaan

Malam Penuh Doa dan Senyum di Sumber Pancur, Kepemudaan Lahir dari Gotong Royong dan Kebersamaan

Kediri — Malam itu, Selasa, 13 Januari 2026, Dusun Sumber Pancur tidak hanya diterangi lampu-lampu rumah warga. Ia diterangi oleh satu cahaya yang jauh lebih hangat: harapan.

Di tengah kesederhanaan Desa Kepung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, para pemuda dan pemudi berkumpul. Bukan untuk bersenang-senang, bukan pula untuk berpesta, melainkan untuk satu niat luhur—mengikat janji pengabdian bagi dusun yang mereka cintai.

Dengan mengusung tema “Membangun Dusun Sumber Pancur dalam Nilai-Nilai Budaya dan Agama Melalui Gotong Royong”, malam itu menjadi saksi lahirnya Kepemudaan Dusun Sumber Pancur. Sebuah wadah yang bukan sekadar organisasi, tetapi rumah bersama bagi generasi muda untuk tumbuh, berjuang, dan mengabdi.

Acara pembentukan ini dihadiri oleh Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh kebudayaan, para Ketua RT, tokoh masyarakat, serta pemuda-pemudi yang hadir dengan mata berbinar dan hati penuh semangat. Tak ada sekat, tak ada jarak—yang ada hanya rasa kebersamaan dan tekad yang sama: membuat dusun lebih baik dari hari kemarin.

Perwakilan Pemerintah Desa Kepung, Kasun Khozin Asrori, menyampaikan dukungan penuh. Ia berharap kepemudaan ini kelak menjadi motor penggerak kegiatan sosial, keagamaan, kebudayaan, hingga ekonomi kerakyatan, khususnya di Dusun Sumber Pancur.

Pemilihan pengurus dilakukan secara musyawarah mufakat melalui voting yang berjalan dengan suasana guyub rukun dan kekeluargaan. Dari proses demokratis itu, terpilihlah:

Ketua I: Imam Safi’i

Ketua II: Wawan

Sekretaris: Agus Ibrahim

Bendahara: Via Husna

Mereka bukan sekadar nama, tetapi harapan yang dititipkan oleh seluruh pemuda dusun.

Dalam sambutannya, Ketua Kepemudaan terpilih, Imam Safi’i, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Dengan suara tulus dan hati yang ikhlas, ia mengucapkan Alhamdulillah atas amanah besar yang diberikan.

“Saya siap dan ikhlas mengabdi untuk Dusun Sumber Pancur yang kita banggakan. Mari kita bangun dusun yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi dengan nilai-nilai budaya dan agama melalui gotong royong,” ucapnya.

Ia juga menegaskan komitmen untuk menjalankan organisasi dengan transparansi dan keterbukaan, agar tetap terjaga persaudaraan dan terhindar dari prasangka.

“Jadikan kepemudaan ini rumah kita bersama. Mari kita dukung setiap program dan mewujudkannya bersama,” tambahnya.

Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada Agus Ibrahim yang telah memberikan gagasan, waktu, tempat, serta jamuan sederhana penuh makna, sehingga kepemudaan ini dapat terbentuk dengan lancar tanpa hambatan apa pun.

Para tokoh masyarakat dan pembina turut memberikan arahan, menekankan pentingnya kebersamaan, tanggung jawab sosial, dan kreativitas pemuda. Kepemudaan diharapkan menjadi wadah aspirasi yang positif, produktif, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Malam itu, Dusun Sumber Pancur tidak hanya membentuk organisasi. Ia menanam benih masa depan.

Benih kebersamaan.

Benih pengabdian.

Benih harapan.

Dengan terbentuknya Kepemudaan Dusun Sumber Pancur, diharapkan terjalin sinergi kuat antara generasi muda, pemerintah desa, dan masyarakat demi terwujudnya desa yang maju, transparan, mandiri, dan berdaya saing.

Karena sejatinya, desa yang kuat lahir dari pemuda yang mau bergerak bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *