Alim Setiawan Slamet Masuk Jajaran Pimpinan Kementerian Pertanian

oleh -34 Dilihat
oleh
Alim Setiawan Slamet Masuk Jajaran Pimpinan Kementerian Pertanian

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam sebuah acara di Istana Kepresidenan Jakarta. Pengangkatan tersebut menempatkan Alim dalam jajaran pimpinan Kementerian Pertanian, lembaga yang menangani urusan pemerintahan di bidang pertanian. Informasi pokok mengenai pelantikan ini mencakup jabatan yang diberikan, pejabat yang melantiknya, serta lokasi acara. Tidak tersedia keterangan tambahan mengenai waktu, prosesi, atau rincian keputusan yang mendasari pengangkatan tersebut.

Pelantikan Alim berlangsung bersamaan dengan pengangkatan sejumlah pejabat negara lainnya. Dengan demikian, acara di Istana Kepresidenan itu tidak hanya berkaitan dengan satu penugasan, melainkan menjadi bagian dari agenda pelantikan beberapa pejabat. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci nama maupun jabatan seluruh pejabat lain yang diangkat pada kesempatan yang sama. Karena itu, inti pemberitaan mengenai Alim dapat disampaikan secara langsung tanpa menambahkan rincian yang belum tercantum.

Selain dipercaya sebagai Wakil Menteri Pertanian, Alim saat ini juga menjabat sebagai rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Kedua jabatan tersebut merupakan informasi penting untuk memahami latar peran Alim pada saat pengangkatannya. Penyebutan posisi rektor IPB juga menegaskan bahwa ia masih memegang jabatan tersebut, sebagaimana dinyatakan dalam informasi yang tersedia. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai perubahan status atau pengaturan terkait tugasnya di perguruan tinggi setelah dilantik sebagai wakil menteri.

Dengan pengangkatan ini, Alim masuk ke dalam jajaran pimpinan Kementerian Pertanian sebagai wakil menteri. Berita pelantikan tersebut dapat dirangkum melalui tiga hal utama: Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Kepresidenan Jakarta, pelantikan berlangsung bersamaan dengan pengangkatan sejumlah pejabat negara lainnya, dan Alim kini juga menjabat sebagai rektor IPB. Rincian lain mengenai acara atau tanggung jawab khususnya tidak disebutkan dalam bahan yang tersedia, sehingga tidak perlu diasumsikan dalam penyampaian berita.

Penunjukan Alim Setiawan Slamet melengkapi susunan pimpinan di Kementerian Pertanian, khususnya pada posisi wakil menteri. Dengan hadirnya Alim, jabatan tersebut kini ditempati dua orang, yakni Alim dan Muhammad Saleh Mustafa. Susunan ini menunjukkan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memiliki dua wakil menteri untuk mendampingi pelaksanaan tugas kementerian. Komposisi tersebut terbentuk setelah terjadi pergeseran jabatan dalam jajaran pemerintahan, sehingga penempatan Alim menjadi bagian dari perkembangan susunan yang telah ada. Dengan demikian, posisi wakil menteri tidak hanya diisi oleh pejabat yang sebelumnya berada dalam jabatan itu, tetapi juga oleh Alim sebagai bagian dari jajaran terkini.

Perubahan susunan tersebut mengikuti pergeseran sebelumnya, ketika Sudaryono meninggalkan jabatan wakil menteri pertanian. Ia kemudian ditugaskan menjadi Kepala Badan Gizi Nasional. Peralihan Sudaryono ke posisi baru itu menjadi latar bagi perubahan pada jajaran wakil menteri di Kementerian Pertanian. Setelah rangkaian pergeseran tersebut, Muhammad Saleh Mustafa berada dalam susunan wakil menteri, kemudian penunjukan Alim melengkapi posisi yang kini dijalankan oleh dua pejabat. Urutan perubahan ini penting untuk menjelaskan bagaimana komposisi saat ini terbentuk: terdapat pergantian tanggung jawab, penempatan pejabat, dan penambahan Alim dalam jajaran wakil menteri. Susunan tersebut mencerminkan kondisi terbaru setelah perubahan jabatan yang disebutkan.

Dengan komposisi sekarang, Andi Amran Sulaiman memiliki dua wakil menteri, yaitu Alim Setiawan Slamet dan Muhammad Saleh Mustafa. Keduanya menempati posisi wakil menteri dalam susunan pimpinan Kementerian Pertanian, sementara Amran tetap menjabat sebagai menteri. Penjelasan mengenai susunan ini membedakan peran masing-masing pejabat sekaligus menempatkan penunjukan Alim dalam konteks perubahan sebelumnya. Sudaryono telah beralih menjadi Kepala Badan Gizi Nasional, sedangkan Muhammad Saleh Mustafa dan Alim kini tercatat sebagai dua wakil menteri yang mendampingi Amran. Karena itu, penunjukan Alim dapat dipahami sebagai pelengkap struktur wakil menteri yang berlaku saat ini, bukan sebagai pengganti Muhammad Saleh Mustafa. Informasi tersebut menggambarkan susunan yang terbentuk setelah pergeseran jabatan, tanpa mengubah keterangan mengenai posisi yang kini diisi oleh kedua wakil menteri tersebut.

Perjalanan karier Alim Setiawan Slamet di Institut Pertanian Bogor (IPB) mencakup beragam tanggung jawab akademik dan kelembagaan. Sebelum dipercaya menduduki jabatan pimpinan di tingkat nasional, ia menjalankan sejumlah peran di lingkungan kampus tersebut. Rekam jejaknya memperlihatkan keterlibatan dalam urusan kemahasiswaan, administrasi rektorat, pengembangan karier, serta pengelolaan sumber daya dan infrastruktur. Rangkaian tugas itu berlangsung dalam beberapa periode yang berbeda, seiring dengan kebutuhan organisasi dan bidang kerja yang diembannya. Selain berkiprah di IPB, Alim juga tercatat menjadi anggota dua organisasi yang berhubungan dengan bidang pertanian dan manajemen.

Pada 2007–2012, Alim bertugas sebagai asisten rektor IPB. Peran tersebut menjadi salah satu tahap awal dalam perjalanan strukturalnya di institusi itu. Pada masa berikutnya, yakni 2008–2013, ia bergabung dengan Komisi Kemahasiswaan di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). Periode tugas di komisi tersebut berlangsung beririsan dengan masa jabatannya sebagai asisten rektor. Keterlibatan dalam dua lingkup kerja itu menempatkannya dalam urusan yang berbeda, mulai dari dukungan terhadap pimpinan rektorat hingga kegiatan kemahasiswaan di lingkungan departemen dan fakultas. Catatan jabatan tersebut menunjukkan kesinambungan kiprahnya di berbagai unit IPB.

Kariernya berlanjut pada 2013–2014 ketika ia menjabat Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB. Setelah beberapa tahun, Alim kembali mengemban tanggung jawab di bidang kemahasiswaan melalui jabatan Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir pada 2018–2022. Posisi tersebut mencakup dua lingkup yang disebutkan dalam nama jabatan, yaitu urusan kemahasiswaan serta pengembangan karier. Pada periode selanjutnya, 2022–2025, ia bertugas sebagai Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur. Jabatan wakil rektor ini merupakan tugas strukturalnya di IPB sebelum ia dilantik sebagai wakil menteri. Urutan jabatan itu menggambarkan perpindahan tanggung jawab dari unit administratif dan kemahasiswaan menuju lingkup pengelolaan sumber daya dan infrastruktur.

Di luar jabatan struktural kampus, Alim tercatat menjadi anggota The Agricultural Marketing Society of Japan sejak 2015 hingga sekarang. Ia juga menjadi anggota Forum Manajemen Indonesia sejak 2017 hingga sekarang. Keanggotaan tersebut melengkapi rekam jejaknya di IPB dengan keterlibatan dalam organisasi pada bidang pemasaran pertanian dan manajemen. Secara kronologis, pengalaman Alim di kampus dimulai sebagai asisten rektor, berlanjut melalui beberapa posisi di tingkat departemen, fakultas, dan rektorat, lalu mencakup jabatan direktur serta wakil rektor. Latar pengalaman kelembagaan itu menjadi bagian dari profil kariernya sebelum memasuki jajaran pimpinan Kementerian Pertanian.

Riwayat pendidikan Alim Setiawan Slamet mencakup jenjang sarjana, magister, hingga doktoral dengan keterkaitan pada teknologi pertanian, pemasaran pertanian, dan agribisnis. Ia menempuh pendidikan S1 Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai mahasiswa angkatan 2005. Bidang studi tersebut menjadi bagian awal perjalanan akademiknya di lingkungan perguruan tinggi, dengan fokus pada kajian teknologi industri pertanian. Informasi mengenai jenjang ini menunjukkan bahwa pendidikan sarjananya ditempuh di IPB, sebelum ia melanjutkan studi ke tingkat berikutnya di institusi yang sama.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Alim melanjutkan studi S2 pada bidang Teknologi Industri Pertanian di IPB. Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2009. Dengan demikian, pendidikan magister yang ditempuhnya masih berada dalam bidang yang sama dengan pendidikan S1, sekaligus meneruskan rangkaian studi di Institut Pertanian Bogor. Keterangan tentang dua jenjang tersebut menggambarkan kesinambungan latar akademiknya di bidang teknologi industri pertanian. Riwayat itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjangnya di lingkungan perguruan tinggi, yang juga berkaitan dengan pengalaman akademik dan kegiatan institusional sepanjang kariernya.

Pendidikan doktoral Alim ditempuh.

Baca juga: Kehilangan Besar bagi Sepak Bola Indonesia: Iwan Setiawan Meninggal Dunia | Penangkapan Lampri: Kasus OTT KPK Yang Mengguncang Kementerian ATR/BPN | Pembongkaran Kasus Suap di Kementerian Agraria