Daera  

Bahaya Abu Vulkanik Bagi Masyarakat

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bertebaran di Desa Duli Pali, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, NTT.

FLORES TIMUR, RADARNKRI.ID – Letusan gunung berapi tidak hanya menimbulkan kekhawatiran karena letusannya yang dahsyat, tetapi juga karena abu vulkanik yang disemburkan ke atmosfer.

Dilangsir dari liputan6.com, abu vulkanik, yang terdiri dari partikel-partikel kecil batu, mineral, dan kaca vulkanik, dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan manusia, lingkungan, dan aktivitas ekonomi.

Salah satu bahaya terbesar abu vulkanik adalah dampaknya terhadap kesehatan pernapasan. Partikel-partikel abu yang sangat kecil dapat terhirup ke dalam saluran pernapasan, menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.

Dalam kasus yang parah, abu vulkanik dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang serius seperti bronkitis, asma, dan bahkan penyakit paru-paru kronis. Orang-orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya, anak-anak, dan lansia sangat rentan terhadap dampak ini.

Baca juga : Beredar Foto Sekda Flotim Beri Hadiah Gading Untuk Mantan PJ Bupati Doris Rihi: Gratifikasi??

Selain dampak kesehatan, abu vulkanik juga dapat merusak infrastruktur. Partikel abu yang jatuh dapat menumpuk di atap rumah, menyebabkan atap runtuh jika beratnya tidak tertahankan.Jalan raya dan landasan pacu bandara juga dapat menjadi licin dan berbahaya, mengganggu transportasi darat dan udara.

Beberapa bandara bahkan harus ditutup ketika terjadi letusan gunung berapi karena visibilitas yang sangat buruk dan bahaya bagi mesin pesawat yang dapat tersumbat oleh abu.Dampak ekonomi dari abu vulkanik juga tidak bisa diabaikan.

Pertanian dapat menderita kerugian besar karena tanaman tertutup abu, yang dapat merusak atau menghentikan fotosintesis, serta mengkontaminasi sumber air. Industri pariwisata juga dapat terpukul keras, dengan pembatalan penerbangan dan penutupan lokasi wisata yang terdampak.

Masyarakat yang tinggal di dekat gunung berapi aktif harus selalu waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat. Penting untuk menggunakan masker pelindung ketika berada di luar rumah selama letusan, serta menghindari mengendarai kendaraan jika abu vulkanik menutupi jalan.

Baca juga : Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur Naik Status dari Waspada ke Siaga

Edukasi tentang cara mengatasi dan meminimalkan dampak abu vulkanik juga sangat penting untuk mengurangi risiko bagi masyarakat.Dengan memahami bahaya abu vulkanik dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat dapat diminimalkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *