Balita Meninggal Setelah Terjebak Kebakaran di Rumah Saat Ayah Membeli Token Listrik

oleh -62 Dilihat
oleh
Balita Meninggal Setelah Terjebak Kebakaran di Rumah Saat Ayah Membeli Token Listrik

Kabupaten Pati | Seorang balita berinisial YP, berusia dua tahun, meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran yang melanda rumahnya di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 20.55 WIB.

Saat kebakaran mulai terjadi, YP berada seorang diri di dalam rumah. Korban diketahui masih tertidur di kamar tidurnya ketika api mulai membesar dan dengan cepat melanda bagian ruangan tersebut. Kondisi itu membuat balita tersebut tidak sempat menyelamatkan diri ketika kobaran api menyebar di dalam rumah.

Ayah korban, Purwanto (42), saat kejadian sedang pergi membeli token listrik. Kepergian tersebut semula merupakan urusan singkat, tetapi berakhir dengan musibah yang merenggut nyawa anaknya. Sementara itu, ibu korban diketahui sedang berjualan sehingga tidak berada di rumah ketika api mulai berkobar.

Kebakaran itu kemudian diketahui warga sekitar, yang berupaya memberikan pertolongan dan menangani api. Namun, korban telah terjebak di kamar ketika kebakaran membesar. Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Growong Lor, sekaligus menunjukkan risiko besar ketika anak kecil berada tanpa pendampingan di dalam rumah.

Informasi mengenai kejadian ini menjadi perhatian karena berlangsung pada malam hari, saat korban sedang tidur dan orang tua berada di luar rumah untuk menjalankan aktivitas masing-masing. Api yang melanda kamar tidur membuat situasi berkembang cepat sebelum keluarga maupun warga dapat mengevakuasi korban. Balita tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran fatal itu.

Berdasarkan keterangan yang tersedia, rangkaian kejadian bermula sebelum Purwanto meninggalkan rumah untuk membeli token listrik. Pada saat itu, ia disebut menyalakan obat nyamuk bakar di kamar putranya dengan tujuan mengusir nyamuk. Keberadaan sumber api tersebut menjadi bagian penting dalam dugaan awal mengenai penyebab kebakaran yang kemudian terjadi di rumah itu.

Sumber api dari obat nyamuk bakar diduga berada di sekitar tempat tidur, tepatnya dekat kasur. Dalam perkembangan yang masih diselidiki, api tersebut diperkirakan bersentuhan dengan bantal atau guling yang jatuh dari tempat tidur. Benda-benda tersebut memiliki bahan yang mudah terbakar sehingga diduga memicu munculnya api pada bagian kamar.

Api kemudian diduga cepat merembet ke kasur dan membakar sebagian besar ruangan. Kondisi kamar yang berisi material mudah terbakar membuat kobaran api berkembang dalam waktu singkat. Saat kebakaran diketahui, api disebut sudah membesar sehingga situasi di dalam rumah menjadi sulit dikendalikan dan upaya pertolongan menghadapi keadaan yang mendesak.

Warga yang melihat kobaran api kemudian mendatangi rumah tersebut dan berupaya meminta bantuan. Mereka berusaha merespons kebakaran setelah melihat api membesar, sementara penanganan dilakukan dalam kondisi yang sudah cukup parah. Meski demikian, keterangan mengenai obat nyamuk bakar, bantal atau guling, serta kasur itu masih berstatus dugaan awal. Penyebab kebakaran yang sebenarnya belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan final dan tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Kobaran api dalam peristiwa tersebut tidak melalap seluruh bagian rumah. Namun, bagian kamar tempat korban tidur mengalami kerusakan paling parah. Api membakar area kamar dengan cepat sehingga proses evakuasi menjadi sulit dan meninggalkan dampak kerusakan yang cukup berat pada ruangan tersebut. Kondisi itu membuat petugas harus bekerja secara hati-hati untuk menemukan serta mengeluarkan korban dari dalam rumah.

Untuk menangani kebakaran, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Kabupaten Pati dikerahkan ke lokasi. Petugas pemadam segera berupaya memutus penyebaran api agar tidak merambat ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitar lokasi. Dalam proses pemadaman, mereka juga mendapat bantuan dari personel TNI, Polri, dan masyarakat. Sinergi sejumlah pihak tersebut diperlukan untuk mengendalikan kobaran api serta memastikan area di sekitar rumah tetap aman.

Setelah berhasil dievakuasi, korban berinisial YP diketahui mengalami luka bakar serius. Korban kemudian dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis dan dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati. Penanganan dilakukan karena kondisi luka yang dialami memerlukan perawatan intensif dan pemantauan dari tenaga kesehatan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Pati, Dwi Prasetyo, menyampaikan bahwa luka bakar yang diderita YP mencapai sekitar 80 persen. Tingkat luka tersebut tergolong sangat berat dan memengaruhi kondisi keselamatan korban. Meskipun telah dievakuasi serta mendapat penanganan medis, nyawa YP tidak tertolong. Peristiwa ini menjadi perhatian karena kebakaran yang hanya mengenai sebagian rumah tetap dapat menimbulkan kerusakan serius dan membahayakan penghuni, terutama mereka yang berada di dalam kamar ketika api mulai membesar.

Kepala Desa Growong Lor, Narjo, membenarkan bahwa korban kebakaran tersebut merupakan seorang balita berinisial YP. Korban berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi, sementara ayahnya, Purwanto, sedang keluar untuk membeli token listrik. Peristiwa itu menyebabkan YP tidak dapat menyelamatkan diri dari kobaran api yang dengan cepat melalap bagian rumah.

Narjo menjelaskan, rumah yang terbakar merupakan milik Purwanto, warga Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana. Dalam kesehariannya, Purwanto bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Kecamatan Juwana. Rumah tersebut juga bukan bangunan lama. Menurut Narjo, rumah itu baru sekitar satu tahun dibangun melalui program bantuan rumah sederhana layak huni dari pemerintah.

Keterangan serupa disampaikan Pelaksana Tugas Kapolsek Juwana, Ipda Darmawan. Ia mengonfirmasi identitas korban serta kondisi rumah yang mengalami kebakaran. Berdasarkan pemeriksaan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di dalam rumah. Dugaan tersebut masih berkaitan dengan kondisi instalasi listrik ketika kebakaran mulai terjadi, sedangkan proses penanganan peristiwa dilakukan oleh aparat bersama pihak terkait.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah YP dibawa pulang ke rumah duka. Jenazah korban kemudian dimakamkan pada Senin dini hari, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Pemakaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir bagi YP, sekaligus menandai duka keluarga Purwanto setelah kehilangan anak mereka dalam peristiwa kebakaran di rumah.

Selain menimbulkan korban jiwa, kebakaran itu menyebabkan kerusakan pada rumah milik keluarga Purwanto. Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp15 juta. Namun, bagi keluarga, dampak paling berat dari kejadian itu adalah kehilangan YP, yang meninggal setelah terjebak di dalam rumah saat api membesar.

Baca juga: Upaya Pemadaman Kebakaran Hutan di Tiga Gunung Jawa Timur | Upaya Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Bromo | GEMMAKO RI: Warga Kisaran Kembali Geram! Pemadaman Listrik Berulang Tanpa Peringatan, PLN Cabang Kisaran Tetap Bungkam