LARANTUKA – Kisah dibalik ribuan pengungsi akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Pulai Flores, NTT teryata ada seorang anggota Polisi yang senantiasa mendampingi warga binaannya setiap saat di lokasi pengungsian.
Anggota Polisi itu bahkan rela meninggalkan istri dan anak-anak nya berhari-hari hingga berminggu-minggu hanya untuk memastikan kondisi serta kebutuhan masyarakat diwilayah binaannya itu terpenuhi dengan baik di lokasi pengungsian.
Dia adalah Bripka Paulus Bura Hadjon, atau lebih dikenal dengan nama Polisi Ipong Hadjon anggota Polsek Wulanggitang, Polres Flotim yang saat ini bertugas sebagai anggota Bhabinkamtibmas di Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur (Flotim).
Ipong Hadjon digambarkan oleh masyarakat Kecataman Ile Bura sebagai sosok polisi yang cakap dalam gerak dan lugas dalam bertindak. Dirinya juga dikenal jauh dari kata sangar dan lebih terkesan ramah dan humanis, akan tetapi soal etos kerjanya begitu nyata.
Kerendahan hati, murah senyum serta bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas itulah yang membuat masyarakat diwilayah binaan semakin mencintai sosok Polisi dengan pangkat Brigadir Polisi Kepala itu.
“Pak Pol Ipong Hadjon ini memang sosok anggota Polisi yang sangat luar biasa, sejak mendapat informasi bahwa gunung Lewotobi erupsi beliau selalu ada dengan kami di desa untuk memastikan bahwa kami dalam keadaan baik-baik saja,” ungkap Veronika Timu Puka, Asal Desa Nurabelen, Kecamatan Ile Bura.
Ia menceritakan, Ketika Desa Nurabelen terkena dampak erupsi, Polisi Ipong Hadjon turun langsung ke lokasi dan mengarahkan warga setempat untuk tidak panik serta mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
“Selain itu secara spontan Polisi Ipong juga mendirikan dapur umum untuk korban terdampak serta mengarahkan masyarakat setempat untuk tetap tenang, jangan panik sambil menunggu arahan lanjutan dari pemerintah,” ungkap Veronika
Lanjut Veronika, ketika sebagian warga Ile Bura sudah diungsikan ke posko pengungsian Kantor Desa Konga dan rumah-rumah warga di Desa Bokang Wolomatang hampir setiap hari Polisi Ipong Hadjon mengunjungi mereka untuk memastikan kondisi kesehatan serta ketersediaan logistik makanan di dapur umum.
“Setiap kali pak Ipong Hadjon datang pasti selalu menanyakan kondisi kami pengungsi, kalau ada yang sakit langsung di arahkan untuk berobat ke pos kesehatan. Begitu juga kalau logistik makanan didapur umum berkurang beliau langsung mendata apa apa saja yang kurang dan langsung mengambil dari gudang logistik posko induk ,” ujarnya.
Selain Veronika ada juga warga Desa Nurabelen lainya yakni Bernadeta bala, mengaku bahwa Ipong Hadjon sosok polisi sangat dekat dengan masyrakat terlebih dengan masyarakat di wilayah binaan.
Menurutnya, Bripka Paulus Bura Hadjon atau Polisi Ipong Hadjon itu benar-benar tulus melayani masyarakat binaannya yang saat ini sedang mengungsi akibat terkena dampak erupsi Gunung Lewotobi
“Tidak ada sekat antara Kami masyarakat dengan Pak Ipong Hadjon sebagai anggota Polisi. Beliau sering bilang ke kami bahwa sebagai anggota Polisi tugasnya untuk melayani bukan untuk dihormati apa lagi hanya gagah -gagahan agar terlihat keren,” tutur Bernadeta.
Sementara Bripka Paulus Bura Hadjon enggan memberikan komentar lebih jauh ketika diwawancarai oleh sejumlah wartawan media online maupun televisi.
Dirinya hanya mengatakan bahwa sebagai seorang polisi sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk melayani dan mengayomi masyarakat.
Ia juga mengaku tidak akan bisa tenang jika warga binaannya yang saat ini berada di lokasi pengungsian tidak terlayani dengan baik serta kebutuhan mereka tidak terpenuhi.
“Saya tidak tenang dirumah kalau saya punya masyarakat binaan di lokasi pengungsian tidak bisa tidur dengan lelap dan saya juga tidak bisa tenang kalau kebutuhan mereka semua belum terlayani dengan baik di posko pengungsian,” singkat Polisi Ipong Hadjon.***(ell).
