Daera  

Dapur Umum Berdiri Tegak Penuhi Kebutuhan Makan Pengungsi Erupsi Lewotobi

LARANTUKA, RADARNKRI – Aparat gabungan TNI -Polri yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Relawan Kemanusiaan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi pengungsi yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Pantauan langsung media ini dari dua posko dapur umum yakni posko dapur umum di Kantor Camat Wulanggitang dan Desa Konga, Sabtu (13/01/2024). Selain memasak, tim dapur umun TNI-Polri Pemda dan Relawan juga langsung membagikan makanan untuk para pengungsi.

“Jumlah porsi yang kamu siapkan relatif banyak yang disesuaikan dengan jumlah pengungsi yang ada,” ungkap Danramil 06-1624/Wulanggitang Kapten Inf. Ismail Ratuloli.

 Ia mengatakan, stok logistik makanan di dapur umum untuk saat ini di dapur masih cukup tersedia dengan baik untuk beberapa hari kedepan. Menurutnya, bantuan kemanusiaan yang peduli dengan korban terdampak erupsi Gunung Lewotobi juga terus berdatangan dari berbagi pihak.

“Bantuan juga terus masuk baik untuk di posko utama maupun yang langsung disalurkan kepada masyarakat yang terdampak, setiap bantuan yang masuk  selalu kita data dan akan kita informasikan ke publik nantinya,” ungkapnya.

Jumlah Pengungsi Bertambah

Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur (Flotim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis jumlah pengungsi yang terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki saat ini menjadi 6.536.

6.536 jiwa pengungsi itu tersebar di 8 posko dan 30 titik rumah-rumah warga dan satu fasilitas umum yang ada di lima kecamatan di Flores Timur dan tiga desa di kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Lima Kecamatan di Flores Timur diantaranya, Kecataman Wulanggitang, Ile Bura, Titehena Demon Pagong, Larantuka, dan Solor Barat. Sementara yang ada di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka tersebar di tiga desa yakni, Desa Kringa, Timutawa dan Hikong.

Di Kecataman Wulanggitang sebanyak 3.680 jiwa, Titehena, 1.716, Demon Pagong 108, Ile Bura  485, Larantuka 85, Solor Barat 5, dan  457 jiwa yang mengungsi di tiga Desa di Kecataman Talibura, Kabupaten Sikka.***(ell).