Liga Putri Indonesia Diharapkan Buka Jalan bagi Talenta Baru Timnas

oleh -66 Dilihat
oleh
Liga Putri Indonesia Diharapkan Buka Jalan bagi Talenta Baru Timnas

Jakarta | Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap Indonesia Women’s League musim 2026/27 dapat menjadi ruang bagi lahirnya pesepak bola putri baru yang kelak memperkuat tim nasional. Harapan tersebut ia sampaikan setelah pembukaan resmi kompetisi di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu. Menurut Erick, liga tidak hanya menjadi ajang pertandingan antarklub, tetapi juga kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan pemain yang berpotensi membela Indonesia di tingkat internasional.

Erick menilai penampilan pemain tim nasional kelompok usia U-17 dan tim senior dalam dua laga awal sudah menunjukkan kualitas yang baik. Namun, ia juga menekankan pentingnya memberi perhatian kepada pemain yang sebelumnya belum banyak terpantau. Melalui kompetisi yang berlangsung secara teratur, para pemain tersebut dapat memperoleh kesempatan untuk tampil, menunjukkan kemampuan, dan meningkatkan jam terbang. Pengalaman bertanding yang lebih banyak diharapkan membantu mereka berkembang, sekaligus memberi pelatih dan pengelola tim nasional pilihan pemain yang lebih luas.

Kompetisi yang berjalan konsisten juga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang sepak bola putri Indonesia. Pemain muda membutuhkan ruang untuk bersaing, belajar dari pertandingan, dan membangun kesiapan sebelum menghadapi level yang lebih tinggi. Karena itu, liga diharapkan mampu menghubungkan pembinaan di klub dengan kebutuhan tim nasional, tanpa mengabaikan kesempatan bagi talenta baru untuk menonjol. Semakin banyak pemain mendapat menit bermain, semakin terbuka pula peluang untuk mengenali kemampuan mereka dalam situasi kompetitif.

Erick menyebut harapan yang lebih besar untuk masa depan: tim putri Indonesia mampu bersaing dengan tim putra, meraih gelar juara Asia Tenggara, dan suatu saat lolos ke Piala Dunia. Sasaran tersebut memerlukan proses, dukungan, serta kerja keras dari berbagai pihak, termasuk pemain, klub, dan federasi. Ia menegaskan bahwa upaya mengejar cita-cita itu harus dimulai sekarang. Dengan kompetisi yang memberi ruang bagi pemain baru untuk tumbuh, Indonesia diharapkan dapat memperkuat fondasi tim nasional dan membangun langkah menuju prestasi yang lebih tinggi.

Musim ini menandai kembalinya Liga Putri Indonesia setelah kompetisi tersebut lama vakum. Edisi yang bergulir sekarang menjadi musim pertama liga kembali dimainkan sejak jeda itu. Sebelumnya, edisi terakhir berlangsung pada 2019, ketika Persib Putri keluar sebagai juara. Catatan tersebut menjadi penanda penting dalam perjalanan kompetisi sepak bola putri nasional: Persib Putri menutup edisi terakhir dengan gelar, sementara liga kini kembali bergulir setelah beberapa tahun tidak terselenggara. Dengan demikian, penyebutan musim ini sebagai musim pertama setelah vakum merujuk pada keberlanjutan kompetisi sejak edisi 2019, bukan pada awal sejarah liga.

Indonesia Women’s League (IWL) menjadi fondasi penting bagi sepak bola putri Indonesia. Kembalinya kompetisi ini menempatkan IWL kembali sebagai bagian dari struktur pertandingan domestik bagi pemain dan klub putri. Peran sebagai fondasi tersebut berkaitan dengan terselenggaranya liga secara teratur dan kesempatan tim-tim untuk memainkan pertandingan dalam kompetisi. Namun, fakta utama yang menyertai edisi ini tetap bahwa liga kembali setelah lama vakum, dengan edisi sebelumnya berlangsung pada 2019 dan gelar juara diraih Persib Putri. Rangkaian itu memberikan konteks bagi jalannya musim yang sekarang, tanpa mengubah catatan hasil pada edisi terakhir.

Pada hari pembukaan, pertandingan Persija Jakarta Women melawan FC Bekasi City Women menjadi laga ketiga yang dimainkan di Stadion Madya. Dua pertandingan lain berlangsung lebih dahulu pada hari yang sama. Pada laga pagi, Persita Tangerang menang 1-0 atas Garudayaksa FC. Setelah itu, pada pertandingan sore, Dewa United Banten FC menundukkan Persikad Depok dengan skor 1-0. Hasil kedua laga tersebut melengkapi rangkaian pertandingan di Stadion Madya sebelum Persija Jakarta Women menghadapi FC Bekasi City Women. Urutan ini menunjukkan bahwa laga Persija melawan FC Bekasi City bukan pertandingan pertama pada hari pembukaan, melainkan pertandingan ketiga di stadion tersebut. Karena itu, catatan hari pembukaan memuat dua hasil lebih awal serta satu laga berikutnya, dalam musim yang menjadi kembalinya Liga Putri Indonesia setelah edisi terakhir pada 2019.

Erick menanggapi antusiasme suporter yang datang menyaksikan pertandingan Liga Putri Indonesia sebagai salah satu hal penting dalam perjalanan kompetisi tersebut. Kehadiran penonton menunjukkan bahwa sepak bola putri memiliki ruang untuk mendapat perhatian publik. Dukungan itu juga menjadi dorongan bagi para pemain dan klub untuk terus mengembangkan kompetisi secara berkelanjutan.

Menurut Erick, penyelenggaraan liga pada tahun pertamanya telah berjalan dengan sangat baik. Penilaian tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan upaya memperkuat kompetisi, sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak pihak untuk mengenal sepak bola putri. Namun, keberlanjutan liga bukan hanya bergantung pada penyelenggara. Klub juga perlu berperan aktif membangun hubungan dengan masyarakat dan mengembangkan basis pendukung masing-masing.

Erick berharap setiap klub mulai memiliki suporter yang mendukungnya secara konsisten. Basis pendukung yang tumbuh di sekitar klub dapat membantu menciptakan keterikatan tim dan masyarakat. Dukungan tersebut tidak hanya penting bagi pertandingan yang sedang berlangsung, tetapi juga bagi perkembangan klub dan kompetisi dalam jangka panjang. Karena itu, klub diharapkan mengajak masyarakat mengenal timnya dan mengikuti perjalanan para pemain.

Ia juga menyampaikan ajakan kepada orang-orang yang sebelumnya mempertanyakan keberadaan liga untuk datang menyaksikan pertandingan. Menurut Erick, sekarang merupakan kesempatan bagi mereka untuk melihat kompetisi secara langsung dan menunjukkan dukungan melalui kehadiran. Dukungan kepada sepak bola putri, dalam pandangannya, dapat diwujudkan dengan tindakan nyata, bukan hanya disampaikan lewat perkataan.

Ajakan tersebut menempatkan kehadiran suporter sebagai bentuk dukungan yang dapat dilakukan masyarakat. Dengan datang ke stadion, penonton memberi perhatian kepada pertandingan dan para pemain yang berkompetisi. Erick berharap masyarakat yang dahulu meragukan perlunya liga kini bersedia memberi kesempatan kepada kompetisi untuk berkembang. Di saat yang sama, setiap klub dapat terus membangun pendukungnya sendiri, sehingga liga memperoleh dukungan yang lebih luas dari berbagai komunitas.

Respons suporter dan keterlibatan klub menjadi bagian dari upaya menjaga momentum pada tahun pertama penyelenggaraan. Bagi Erick, kompetisi yang berjalan baik perlu diikuti dukungan nyata dari masyarakat. Kehadiran di pertandingan menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan bahwa sepak bola putri layak mendapat perhatian dan memiliki ruang untuk tumbuh di Indonesia.

Erick menyampaikan bahwa PSSI berkomitmen menjaga keberlanjutan kompetisi sepak bola putri selama lima tahun ke depan. Jangka waktu ini diharapkan memberi kepastian bagi klub, pemain, dan seluruh pihak yang terlibat, sekaligus menyediakan ruang untuk membangun fondasi liga secara bertahap. Keberlanjutan kompetisi dinilai penting agar pemain memiliki kesempatan bermain secara teratur dan klub dapat merencanakan pembinaan dengan lebih baik. PSSI juga ingin memastikan bahwa liga tidak hanya hadir dalam satu musim, tetapi berkembang sebagai bagian dari ekosistem sepak bola nasional.

Penambahan jumlah peserta tidak akan dilakukan sekaligus. PSSI akan mempertimbangkan kesiapan ekosistem serta kemampuan masing-masing klub sebelum memperluas kompetisi. PSSI, operator liga, dan klub telah menyepakati jangka waktu lima tahun tersebut sebelum nantinya melakukan evaluasi menyeluruh. Dengan cara ini, keputusan mengenai pengembangan liga dapat didasarkan pada pengalaman penyelenggaraan, kondisi klub, dan kebutuhan kompetisi, bukan semata-mata pada keinginan menambah peserta dengan cepat. Perluasan secara bertahap diharapkan memberi waktu bagi setiap pihak untuk menyiapkan sumber daya dan menjaga mutu penyelenggaraan.

Erick juga menyampaikan kekhawatiran apabila klub belum siap menjalankan kompetisi secara.