Mobil Listrik Terbakar di Tebet, Petugas Kerahkan Enam Unit Pemadam

oleh -22 Dilihat
oleh
Mobil Listrik Terbakar di Tebet, Petugas Kerahkan Enam Unit Pemadam

Jakarta | Sebuah mobil listrik terbakar pada Rabu sore, 14 Oktober 2026, di Jalan Letjen M.T. Haryono Nomor 8, Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi di area jalan itu dan menjadi perhatian setelah api terlihat masih berkobar.

Asap hitam tampak membumbung dari lokasi ketika kebakaran berlangsung. Kepulan asap tersebut terlihat bersamaan dengan api yang belum padam, sehingga situasi di sekitar titik kejadian segera mendapat penanganan petugas. Informasi mengenai insiden ini berfokus pada kebakaran yang melanda sebuah mobil listrik di wilayah Tebet Barat.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api di lokasi. Sebanyak enam unit pemadam dikirim ke area Jalan Letjen M.T. Haryono Nomor 8. Pengerahan tersebut dilakukan ketika kebakaran masih berlangsung dan asap hitam masih terlihat membumbung di atas lokasi.

Peristiwa pada Rabu sore itu tercatat terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tepatnya di Tebet Barat. Penyebutan lokasi tersebut menjadi bagian penting dari informasi awal mengenai kebakaran mobil listrik ini. Hingga keterangan yang tersedia, kejadian diketahui melalui keberadaan api dan asap hitam di area tersebut, sementara petugas melakukan penanganan dengan mengerahkan enam unit pemadam.

Kebakaran itu menjadi peristiwa yang berlangsung pada sore hari di salah satu ruas Jalan Letjen M.T. Haryono. Mobil listrik yang terbakar berada di sekitar alamat Nomor 8, Tebet Barat. Api yang masih berkobar dan asap hitam yang membumbung menjadi tanda utama yang terlihat saat petugas tiba untuk melakukan pemadaman. Penanganan berlangsung di lokasi kejadian dengan dukungan enam unit pemadam.

Informasi mengenai mobil listrik yang terbakar di Tebet pertama kali diterima petugas pemadam kebakaran melalui laporan warga. Berdasarkan catatan waktu penanganan, laporan tersebut masuk pada pukul 15.44 WIB. Laporan dari masyarakat menjadi informasi awal bagi petugas untuk mengetahui adanya kejadian yang memerlukan penanganan di lokasi.

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran melakukan persiapan dan bergerak menuju tempat kejadian. Petugas tercatat tiba di lokasi pada pukul 15.54 WIB, atau sekitar 10 menit setelah laporan diterima. Rentang waktu tersebut menunjukkan urutan awal penanganan, mulai dari masuknya informasi warga hingga kedatangan petugas di titik kejadian.

Keterangan mengenai laporan dan waktu kedatangan itu tercatat dalam informasi dari Command Center Damkar DKI Jakarta. Pusat kendali tersebut mencatat objek kejadian sebagai mobil listrik. Catatan itu menjadi dasar informasi mengenai jenis objek yang dilaporkan kepada petugas, tanpa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebab maupun kondisi kendaraan.

Dengan demikian, rangkaian informasi awal kejadian dimulai dari laporan warga pada pukul 15.44 WIB, kemudian diikuti kedatangan petugas pada pukul 15.54 WIB. Command Center Damkar DKI Jakarta mencatat objek yang ditangani sebagai mobil listrik. Urutan waktu tersebut menggambarkan bagaimana informasi kejadian diterima dan diteruskan menjadi respons lapangan oleh petugas pemadam kebakaran.

Penanganan kebakaran mobil listrik di Tebet dilakukan secara bertahap setelah petugas tiba di lokasi. Tim pemadam kebakaran segera melakukan penilaian awal untuk mengetahui kondisi kendaraan, arah penyebaran api, serta potensi bahaya di sekitar area kejadian. Langkah ini diperlukan agar operasi pemadaman dapat berlangsung secara terkoordinasi dan tetap memperhatikan keselamatan petugas maupun warga.

Dua menit setelah tiba, petugas mulai melaksanakan operasi pemadaman, tepatnya pada pukul 15.56 WIB. Petugas mengarahkan upaya pemadaman pada bagian kendaraan yang terbakar untuk menekan kobaran api dan mencegahnya meluas. Dalam proses tersebut, personel bekerja dengan dukungan sejumlah unit pemadam yang dikerahkan ke lokasi.

Upaya pemadaman berhasil melokalisasi api pada pukul 16.00 WIB. Artinya, kobaran sudah dapat dikendalikan sehingga tidak lagi menyebar ke area lain di sekitarnya. Setelah kondisi api lebih terkendali, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala, terutama pada bagian kendaraan yang masih menyimpan panas.

Proses pendinginan kemudian dimulai pada pukul 16.03 WIB. Tahap ini bertujuan menurunkan suhu kendaraan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api. Sebanyak enam unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut, dengan dukungan total 28 personel. Pengerahan kekuatan itu menunjukkan bahwa penanganan dilakukan secara terkoordinasi, mulai dari pemadaman awal, pelokalisasian api, hingga pendinginan kendaraan. Setiap tahap dilaksanakan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan agar kebakaran dapat ditangani secara efektif dan risiko lanjutan dapat ditekan.

Hingga informasi terakhir yang tersedia, penyebab kebakaran mobil listrik di Tebet belum diketahui. Belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan bagaimana api bermula, bagian kendaraan yang pertama kali terbakar, maupun faktor yang memicu insiden tersebut. Karena informasi mengenai sumber api belum disampaikan, berbagai dugaan tidak dapat dijadikan dasar untuk menjelaskan peristiwa ini.

Kondisi kendaraan setelah kebakaran juga belum diuraikan secara terperinci. Belum ada informasi mengenai tingkat kerusakan, bagian yang terdampak, atau apakah mobil tersebut masih dapat digunakan. Identitas pemilik kendaraan pun belum disebutkan dalam bahan informasi yang tersedia. Oleh sebab itu, keterangan mengenai kendaraan dan pemiliknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang atau sumber resmi terkait.

Informasi mengenai kemungkinan adanya korban juga belum tersedia. Belum ada keterangan yang memastikan apakah terdapat warga, pengemudi, penumpang, petugas, atau pihak lain yang mengalami luka maupun terdampak dalam kejadian tersebut. Dengan demikian, kondisi korban, jika ada, belum dapat dijelaskan berdasarkan informasi yang telah disampaikan.

Petugas pemadam kebakaran diketahui mengerahkan enam unit untuk menangani peristiwa tersebut, tetapi detail mengenai proses penanganan, durasi pemadaman, dan situasi setelah api berhasil dikendalikan belum dijelaskan. Dampak kejadian terhadap lingkungan sekitar, arus lalu lintas, atau bangunan di dekat lokasi juga belum tersedia dalam bahan sumber.

Perkembangan mengenai penyebab kebakaran, kondisi kendaraan, identitas pemilik, serta ada atau tidaknya korban masih menunggu keterangan lanjutan. Pembaruan resmi diperlukan agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan tidak menimbulkan kesimpulan yang belum didukung fakta.

Baca juga: Inisiatif Pertamina Patra Niaga Dukung Pertumbuhan Mobil Listrik di Indonesia | TNI Kerahkan Alutsista dan Pasukan Khusus TNI AL Intensifkan Pencarian Korban KM Virgo Transport 8 | TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8