Rangkaian Penyerangan Diduga Geng Motor di Makassar Tewaskan Mahasiswa

oleh -44 Dilihat
oleh
Rangkaian Penyerangan Diduga Geng Motor di Makassar Tewaskan Mahasiswa

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Rangkaian aksi kekerasan yang diduga melibatkan kelompok geng motor terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (4/10/2026). Peristiwa tersebut berlangsung sejak dini hari hingga pagi dan menimbulkan dampak serius. Seorang mahasiswa dilaporkan meninggal dunia, sementara seorang mahasiswa lainnya mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis. Rentetan kejadian ini memicu perhatian warga karena berlangsung dalam waktu berdekatan serta menimbulkan keresahan di beberapa kawasan.

Selain korban jiwa dan luka-luka, dua sepeda motor juga dibakar warga dalam insiden berbeda di kawasan Jalan Sungai Saddang Baru. Pembakaran tersebut tidak boleh dipahami sebagai satu kejadian tunggal, sebab masing-masing berlangsung dalam konteks dan waktu yang berbeda. Demikian pula, peristiwa di Jalan Sungai Saddang Baru merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang sedang didalami, bukan keterangan bahwa seluruh aksi berlangsung di satu lokasi yang sama.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa tersebut. Petugas perlu mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman kamera pengawas, serta menelusuri hubungan setiap kejadian untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat. Status kelompok yang diduga berada di balik penyerangan, motif tindakan, serta keterkaitan antarinsiden belum dapat dipastikan. Karena itu, informasi mengenai pelaku dan urutan kejadian masih menunggu hasil penyelidikan resmi. Aparat juga diharapkan mengungkap secara jelas lokasi masing-masing peristiwa agar tidak terjadi pencampuran informasi di tengah masyarakat. Warga diminta tetap tenang dan menyampaikan informasi yang relevan kepada polisi.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan, rangkaian penyerangan tersebut bermula ketika M Akmar Makmur (24) dan Muh Farel (17) sedang berkumpul bersama sejumlah teman mereka di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Pada saat itu, situasi disebut masih berlangsung seperti biasa hingga sekelompok orang datang dari arah tertentu menggunakan sekitar 12 sepeda motor.

Kelompok tersebut diperkirakan membawa senjata tajam dan busur panah. Mereka kemudian mendatangi lokasi tempat para korban dan rekan-rekannya sedang duduk. Tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai pemicu kejadian, kelompok itu langsung melakukan penyerangan terhadap orang-orang yang berada di lokasi. Serangan tersebut membuat suasana berubah tegang dan para korban bersama teman-temannya berupaya menyelamatkan diri dari ancaman yang terjadi.

Setelah serangan berlangsung, korban dan rekan-rekannya disebut melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga sebagai pelaku. Para pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Kabupaten Maros. Arah pelarian tersebut menjadi bagian dari informasi awal yang masih didalami oleh pihak kepolisian untuk mengidentifikasi kelompok yang terlibat serta memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar mengatakan, kedua korban menjadi sasaran penyerangan kelompok yang diduga geng motor. Keterangan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan setelah kejadian. Polisi masih mengumpulkan informasi dari saksi-saksi dan menelusuri fakta di lokasi untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai identitas para penyerang, jenis senjata yang digunakan, serta peran masing-masing orang dalam insiden tersebut.

Meski demikian, kronologi awal itu masih dapat berkembang seiring pemeriksaan lebih lanjut. Penyelidik perlu mencocokkan keterangan para saksi dengan bukti yang ditemukan di sekitar Jalan Daeng Ramang dan jalur pelarian menuju Maros. Langkah tersebut penting untuk memastikan urutan kejadian serta mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan terhadap Akmar, Farel, dan kelompok mereka.

Pengejaran tersebut berakhir di Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 19, sekitar kawasan perlimaan bandara, Makassar. Di lokasi itu, rombongan korban mengalami kecelakaan lalu lintas ketika sedang dikejar oleh kelompok tersebut. Insiden itu membuat beberapa korban terjatuh dari sepeda motor dan berada dalam posisi tidak berdaya.

Menurut keterangan polisi, kelompok yang sebelumnya mengejar kemudian berbalik arah menuju korban. Mereka diduga memanfaatkan kecelakaan tersebut untuk melakukan penyerangan. Korban yang jatuh dari sepeda motor diserang menggunakan parang dan busur panah. Aksi itu menyebabkan dua korban mengalami luka serius di lokasi kejadian.

M Akmar Makmur mengalami luka terbuka di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam. Selain itu, anak panah busur ditemukan tertancap di kepalanya. Akmar meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Muh Farel mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Ia kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan intensif di RS Dr. Tajuddin Khalid Makassar.

Jafar menyampaikan bahwa terdapat dua korban dalam peristiwa tersebut. Satu korban meninggal dunia di tempat, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan karena mengalami luka serius. Keterangan itu memperkuat gambaran bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi saat pengejaran kemudian diikuti serangan dengan senjata tajam dan busur panah. Polisi masih menangani perkara tersebut sesuai keterangan dan temuan di lokasi.

Peristiwa lain berlangsung hampir bersamaan di Jalan Sungai Saddang Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, sekitar pukul 05.00 Wita. Sekelompok pemuda yang berada di kawasan inspeksi kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, diduga menghadang rombongan pengendara sepeda motor yang melintas dari arah timur. Rombongan tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 20 sepeda motor dan tengah melintas di ruas jalan itu sebelum dihentikan secara paksa.

Dalam aksi tersebut, kelompok pemuda diduga menggunakan petasan dan busur panah untuk menakut-nakuti serta menyerang para pengendara. Situasi itu membuat sejumlah pengendara kehilangan kendali hingga terjatuh. Sebagian dari mereka kemudian meninggalkan sepeda motor masing-masing dan berupaya menyelamatkan diri dari lokasi. Dua sepeda motor yang tertinggal dimanfaatkan oleh kelompok tersebut. Kendaraan itu kemudian dibakar hingga mengalami kerusakan berat.

Insiden tersebut menambah rangkaian gangguan keamanan yang terjadi di sejumlah titik di Makassar pada waktu hampir bersamaan. Sekitar pukul 06.20 Wita, petugas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi bangkai dua sepeda motor yang telah terbakar. Kedua kendaraan itu selanjutnya dibawa ke Mapolsek Makassar untuk diamankan dan menjadi bagian dari penanganan perkara.

Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki peristiwa tersebut, termasuk menelusuri kronologi, mengumpulkan keterangan saksi, serta memeriksa kemungkinan keterkaitannya dengan kejadian lain. Kepala Kepolisian Sektor Makassar, AKP Jafar, menyatakan penyidik terus berupaya mengidentifikasi para pelaku berdasarkan informasi di lapangan dan barang bukti yang ditemukan. Polisi juga memburu pihak-pihak yang diduga terlibat untuk kemudian menangkap dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.