Bersama Forkopimda, Dandim 1505 Tidore Letkol Kav Calter Purba, ST menghadiri kegiatan Launching Kampung Moderasi Beragama dan Penandatanganan MOU Tahun 2023.
Kegiatan yang berlangsung di aula kantor Kemenag Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Pada 10 Oktober 2023. Terut di hadiri, Walikota Tidore Kepulauan, Kakanwil provinsi Maluku Utara, Kapolresta Tidore, Kepela Kemenag Kota Tidore Kepulauan, Ketua PN, Ketua PA Kota Tidore Kepulauan, Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan, Ka Bapas Kota Tidore Kepulauan, Ketua MUI Kota Tidore Kepulauan, para asisten sekda, staf ahli, pimpinan OPD dan camat se kota Tidore kepulauan, Danramil 01/Tidore, Kapolsek Tidore, Kapolsek Tidore Utara, Pimpinan Cabang BRI Soasio, tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh adat, dan Tokoh Pemuda.
Dandim Letkol Kav Calter Purba, ST dalam kata pengantarnya, menyimpulkan bahwa tujuan dari moderasi beragama adalah proses menuju toleransi, jadi moderasi merupakan pola kerukunan antar umat beragama sedangkan toleransi adalah hasilnya, prinsipnya kalau sudah bertoleransi, pastinya sudah rukun, Ujar Dandim.
Ia menekankan pentingnya membangun moderasi beragama, hilangkan rasa perbedaan dalam diri, apabila tidak dihilangkan, maka akan membuat konflik.
“Gampang untuk mengucapkan, susah untuk melakukannya”, Kata Dandim.
“Syukurnya di Tidore ini tidak ada perbedaan seperti itu, Kerena pendekatan agama itu paling gampang, dari pada pendekatan kita sebagai pihak keamanan”.
Sambung Dandim, Kita harus mempunyai komitmen kebangsaan, bahwa kita adalah bangsa Indonesia meskipun kita berbeda-beda mulai dari suku, agama, ras dan golongan, tetapi kita di satukan untuk saling menjaga satu sama lain.
“Indonesia kalau di lihat merupakan suatu bangsa yang susah untuk di pecah dari beberapa suku dan agama, Makanya orang-orang dari Luar sana, mereka ingin kita terpecah belah agar mereka sedot sumber daya alam, untuk itu kita harus bersatu dan rukun”.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga mengatakan sudah sepatuhnya kita membentuk moderasi beragama dari sekarang dalam menghadapi tahun 2045, karena manusia akan semakin banyak dan toleransi pun tidak ada, sementara generasi kedepan banyak orang pintar, untuk itu kita harus tanamkan dari sekarang, agar tidak di pecah-pecahkan.
“Kita harus bangga dengan bangsa Indonesia, berbeda-beda tapi satu jua”, Tutup Dandim.
Kemudian, Kegiatan di lanjutkan launching moderasi beragama di tandai dengan pemukulan tifa oleh Walikota Tidore Kepulauan di dampingi Forkopimda dan penandatanganan MOU.
