Daera  

Semana Santa Larantuka : Begini Pesan Uskup Mgr Yohanes Hans Montiero

Prosesi Bahari atau mengantar arca Tuan Meninu menuju Armida melalui jalur laut. (Istimewa)

RadarNkri.id, Larantuka – Perayaan Semana Santa di Kota Larantuka bukan sekadar agenda ritual keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi cerminan kedewasaan sosial masyarakat dalam menjaga harmoni dan keamanan bersama

Hal ini disampaikan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum Semana Santa sebagai ruang memperkuat persaudaraan dan tanggung jawab kolektif.

Menurutnya, ribuan peziarah yang datang setiap tahun menjadikan Larantuka sebagai pusat perhatian, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Semana Santa adalah momentum iman sekaligus kebersamaan. Karena itu, kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga suasana tetap aman, damai, dan penuh penghormatan,” ujar Mgr. Yohanes.

Ia menegaskan, peran menjaga keamanan tidak hanya berada di pundak aparat, melainkan juga menjadi bagian dari partisipasi aktif masyarakat di setiap lingkungan.

Dalam konteks ini, Semana Santa dinilai sebagai ujian nyata bagi masyarakat Larantuka dalam menunjukkan wajah kota religius yang ramah, tertib, dan terbuka bagi siapa saja.

Mgr. Yohanes juga mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di tengah meningkatnya mobilitas dan aktivitas selama perayaan berlangsung.

“Kita harus bijak menyikapi informasi. Jangan sampai hal-hal yang tidak benar justru mengganggu persaudaraan yang sudah terbangun dengan baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, Keuskupan Larantuka terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Namun demikian, ia kembali menekankan bahwa kunci utama tetap berada pada kesadaran kolektif masyarakat.

“Sinergi itu penting, tetapi yang paling utama adalah kesadaran kita bersama sebagai warga untuk menjaga Larantuka tetap aman dan damai,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya merawat toleransi antarumat beragama yang selama ini menjadi kekuatan khas Larantuka.

Di tengah arus peziarah dan dinamika perayaan, nilai-nilai saling menghormati dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah.

“Kita patut bangga dengan toleransi yang sudah ada. Itu adalah kekuatan kita, dan harus terus dijaga, terutama di momen besar seperti ini,” tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama, Semana Santa di Larantuka diharapkan tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga menjadi contoh nyata kehidupan sosial yang damai dan harmonis.***(Ell).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *