Thom Haye Kritik Fasilitas Persib di Tengah Padatnya Kompetisi

oleh -72 Dilihat
oleh
Thom Haye Kritik Fasilitas Persib di Tengah Padatnya Kompetisi

Bandung | Gelandang Persib Bandung sekaligus tim nasional Indonesia, Thom Haye, menyampaikan kekecewaannya terhadap dukungan fasilitas yang diterima tim di tengah padatnya kompetisi. Menurutnya, sarana latihan dan pemulihan pemain belum mengalami peningkatan yang sebanding dengan tuntutan pertandingan, meskipun Persib terus menunjukkan performa terbaik di level domestik maupun Asia.

Sorotan tersebut disampaikan setelah Persib kembali menegaskan dominasinya dengan menjuarai Super League selama tiga musim berturut-turut. Klub berjuluk Maung Bandung itu meraih gelar pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi tim, tetapi Haye menilai pencapaian besar itu belum diikuti dukungan sarana yang memadai bagi para pemain.

Haye mengungkapkan pandangannya di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu, 11 Oktober 2026. Ia mengatakan bahwa tim belum memperoleh penghargaan yang pantas atas pencapaian yang telah diraih. Pernyataan itu tidak semata-mata merujuk pada trofi, melainkan juga bentuk apresiasi melalui peningkatan lingkungan kerja, fasilitas latihan, serta sistem pemulihan yang dapat membantu pemain menjaga kebugaran.

Kritik itu juga mencerminkan kebutuhan sepak bola modern yang menempatkan fasilitas sebagai bagian penting dari performa. Jadwal pertandingan yang rapat membuat pemain membutuhkan lapangan latihan berkualitas, pusat pemulihan yang memadai, serta layanan medis dan kebugaran yang konsisten. Bagi Haye, peningkatan fasilitas Persib akan membantu klub mempertahankan standar kompetitif, baik ketika menghadapi lawan di Indonesia maupun dalam agenda Asia.

Persoalan fasilitas menjadi semakin penting bagi Persib karena beban pertandingan pada musim 2026/2027 bertambah. Selain menjalani kompetisi utama, klub tersebut juga harus tampil di Shopee Cup dan AFC Champions League Two (ACL 2). Tambahan agenda itu membuat kebutuhan terhadap tempat latihan, pemulihan, serta stadion yang memadai menjadi lebih mendesak. Jadwal yang padat menuntut tim memiliki fasilitas yang mampu mendukung persiapan secara konsisten, terutama agar pemain dapat menjaga kebugaran dan mengurangi risiko cedera. Dalam situasi seperti ini, kualitas fasilitas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari kesiapan kompetitif sebuah tim.

Namun, masuknya Shopee Cup tidak diikuti perubahan kondisi fasilitas yang dirasakan Persib. Thom Haye menyoroti bahwa tim masih menghadapi persoalan lama ketika harus menjalani rangkaian pertandingan dengan dukungan fasilitas yang terbatas. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya jarak meningkatnya tuntutan kompetisi dan kesiapan infrastruktur yang tersedia. Setiap pertandingan membutuhkan proses persiapan, pemulihan, dan evaluasi yang efektif. Tanpa dukungan tempat latihan serta fasilitas pemulihan yang ideal, waktu pemulihan pemain dapat berkurang, sementara tuntutan performa terus meningkat dari satu laga ke laga berikutnya.

Situasi itu semakin rumit karena Persib belum dapat menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang masih dalam perawatan. Akibatnya, tim belum bisa bermain di stadion sendiri dan harus melakukan perjalanan jauh secara berulang, baik untuk pertandingan kandang maupun tandang. Perjalanan tersebut berpotensi menambah kelelahan pemain, mengurangi waktu latihan, serta menyulitkan pengaturan program pemulihan di tengah jadwal yang rapat. Dengan demikian, persoalan stadion tidak hanya berkaitan dengan lokasi pertandingan, tetapi juga berdampak langsung pada pengelolaan energi dan konsistensi performa. Kritik Haye menegaskan bahwa penambahan kompetisi seharusnya diiringi peningkatan fasilitas, bukan sekadar penambahan beban pertandingan.

Thom Haye menyoroti dampak langsung keterbatasan sarana pemulihan terhadap kondisi fisik pemain Persib. Menurutnya, menjaga kebugaran dalam rangkaian pertandingan dengan jarak waktu yang rapat menjadi hal yang hampir mustahil apabila fasilitas pendukung tidak memadai. Pemain membutuhkan waktu dan sarana yang cukup untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah mengeluarkan tenaga dalam pertandingan, terutama ketika agenda kompetisi berlangsung secara beruntun.

Situasi tersebut terlihat dari jadwal Persib setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United. Seusai pertandingan itu, para pemain harus segera mempersiapkan diri untuk menghadapi The Cong Viettel dalam ajang ACL 2. Jeda kedua pertandingan tersebut hanya dua hari, sehingga waktu yang tersedia untuk pemulihan menjadi sangat terbatas. Dalam rentang singkat itu, pemain tidak hanya perlu memulihkan tenaga, tetapi juga menjalani persiapan menghadapi lawan berikutnya.

Padatnya agenda membuat beban fisik pemain terus berlanjut tanpa jeda pemulihan yang memadai. Energi yang terkuras dalam satu pertandingan perlu dikembalikan sebelum pemain kembali menjalani latihan dan pertandingan berikutnya. Ketika fasilitas pemulihan tidak mendukung kebutuhan tersebut, proses mengembalikan kebugaran menjadi semakin sulit dilakukan dalam waktu singkat.

Haye mengaitkan kondisi ini dengan kebutuhan Persib terhadap sarana pemulihan yang lebih baik. Fasilitas pendukung menjadi bagian penting untuk membantu pemain menghadapi jadwal kompetisi yang padat, khususnya ketika pertandingan digelar dengan selang waktu hanya beberapa hari. Tanpa dukungan pemulihan yang memadai, menjaga kondisi fisik secara konsisten di tengah rangkaian pertandingan menjadi tantangan yang hampir tidak mungkin diatasi sepenuhnya.

Pengalaman pribadi Thom Haye menjadi gambaran lain mengenai persoalan fasilitas pemulihan di Persib. Gelandang tersebut menyampaikan bahwa ketika membutuhkan latihan pemulihan, ia lebih memilih mendatangi tempat milik rekan setimnya, Marc Klok. Pilihan itu diambil karena Haye merasa belum dapat memulihkan kondisi tubuhnya secara optimal apabila hanya mengandalkan fasilitas yang tersedia di klub.

Bagi pemain yang menghadapi jadwal pertandingan padat, pemulihan merupakan bagian penting dari persiapan. Tubuh perlu dikembalikan ke kondisi terbaik agar pemain dapat menjaga kebugaran, mengurangi kelelahan, dan tampil konsisten dalam pertandingan berikutnya. Karena itu, keputusan Haye menggunakan tempat pemulihan milik Klok memperlihatkan bahwa kebutuhan pemulihan tidak hanya berkaitan dengan latihan di lapangan, tetapi juga dengan dukungan fasilitas setelah pertandingan dan sesi latihan.

Haye menjadikan persoalan tersebut sebagai hal yang perlu dibenahi apabila Persib ingin menambah kompetisi, termasuk Shopee Cup. Menurutnya, peningkatan jumlah pertandingan harus berjalan bersama kesiapan fasilitas yang mampu mendukung pemulihan pemain secara memadai. Ia pada dasarnya menilai bahwa tuntutan kompetisi yang lebih banyak memerlukan perhatian lebih besar terhadap proses pemulihan. Haye menyebut dirinya memilih berlatih pemulihan di tempat Marc Klok karena merasa kondisi tubuhnya tidak pulih secara optimal di fasilitas klub, sebuah pengalaman yang ia anggap perlu menjadi perhatian ketika Persib mempertimbangkan agenda kompetisi tambahan.

Baca juga: Kompetisi Menembak Piala Panglima TNI di Jakarta | Kedatangan Persib di Jakarta: Laga Spesial Persija vs Persib | Laga Derbi Persija vs Persib: Kesiapan Persib Menuju Pertandingan Kunci