Aksi Pamer Kelamin di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung Diselidiki Polisi

oleh -83 Dilihat
oleh
Aksi Pamer Kelamin di Depan Panti Asuhan Putri Bandar Lampung Diselidiki Polisi

Kota Bandar Lampung | Seorang pria diduga melakukan aksi pamer alat kelamin di depan Panti Asuhan Putri Al In Yasmuba, Kota Bandar Lampung, Lampung, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peristiwa tersebut mengusik penghuni panti karena berlangsung di lingkungan yang dihuni oleh anak-anak dan perempuan.

Aksi itu terjadi di sekitar gerbang panti. Berdasarkan informasi yang tersedia, penghuni panti seluruhnya perempuan. Kejadian tersebut kemudian mendapat perhatian dari pengurus, yang berupaya mendokumentasikan aksi itu melalui rekaman untuk mendukung pelaporan kepada pihak kepolisian.

Rekaman tersebut disiapkan sebagai bukti dalam laporan mengenai dugaan tindakan tidak senonoh di depan panti. Pengurus selanjutnya menyampaikan kejadian itu kepada polisi agar dapat ditangani sesuai prosedur dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga informasi ini disampaikan, identitas pria yang diduga terlibat belum tersedia. Motif di balik aksinya juga belum diketahui. Polisi masih mengumpulkan keterangan serta memeriksa bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk rekaman yang dibuat oleh pengurus panti.

Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di depan lembaga pengasuhan yang dihuni perempuan. Penanganan oleh aparat diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai rangkaian kejadian dan memastikan laporan tersebut diproses berdasarkan fakta yang ditemukan selama penyelidikan.

Pengurus panti asuhan putri di Bandar Lampung, Ayu Fathonah, menjelaskan bahwa pria yang diduga melakukan aksi pamer kelamin tersebut datang seorang diri dengan mengendarai sepeda motor. Pria itu kemudian berhenti di depan area panti dan berada di sekitar pagar yang membatasi lokasi dengan jalan.

Berdasarkan keterangan Ayu, pria tersebut diduga memperlihatkan alat kelaminnya dari depan pagar kepada penghuni panti. Peristiwa itu menimbulkan perhatian dan keresahan di lingkungan panti, terutama karena penghuni melihat tindakan tersebut dari area dalam. Keterangan mengenai aksi itu menjadi bagian dari informasi yang sedang ditelusuri polisi dalam penyelidikan.

Pengurus panti berupaya mengusir pria tersebut dengan berteriak dari dalam area panti. Namun, teriakan itu tidak langsung membuatnya meninggalkan lokasi. Pria tersebut disebut masih berada di sekitar depan panti untuk beberapa waktu, sehingga pengurus kemudian meminta bantuan seorang perempuan yang tinggal di sebelah panti.

Setelah perempuan tersebut dimintai bantuan, pria yang datang menggunakan sepeda motor itu akhirnya meninggalkan lokasi. Belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai identitas pria tersebut maupun tujuan kedatangannya. Polisi kini menyelidiki laporan dan informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut, termasuk menelusuri rangkaian peristiwa serta kemungkinan adanya saksi lain di sekitar panti.

Keterangan dari pengurus menjadi salah satu dasar untuk menggambarkan kronologi awal kejadian. Aparat masih perlu mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut agar fakta mengenai dugaan tindakan tidak senonoh itu dapat dipastikan secara menyeluruh.

Pihak pengelola panti asuhan berencana melaporkan dugaan aksi tidak senonoh tersebut kepada polisi. Langkah itu diambil agar peristiwa yang terjadi di depan panti dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang. Pengurus berharap laporan tersebut dapat membantu aparat mengumpulkan keterangan, menelusuri rekaman atau informasi pendukung, serta memastikan lingkungan sekitar panti tetap aman bagi para penghuni.

Ayu menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi psikologis anak-anak panti yang menyaksikan perilaku tersebut. Menurutnya, pengalaman semacam itu berpotensi menimbulkan rasa takut, tidak nyaman, atau kebingungan, terutama jika anak-anak belum mampu memahami situasi yang mereka lihat. Pengurus akan memperhatikan perubahan perilaku para penghuni dan mempertimbangkan pendampingan lebih lanjut apabila terdapat anak yang menunjukkan tanda-tanda tertekan atau trauma.

Selain menyampaikan laporan, pihak panti juga berupaya memberikan rasa aman kepada anak-anak dengan menjelaskan bahwa kejadian tersebut sedang ditangani dan mereka tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Pengawasan di sekitar lingkungan panti dapat ditingkatkan, terutama pada waktu-waktu yang dianggap rawan, tanpa mengganggu kegiatan sehari-hari para penghuni.

Ayu masih mengingat sejumlah ciri pria yang diduga berada di lokasi, termasuk kendaraan roda dua yang digunakannya. Namun, ia menyebut wajah pria tersebut tidak terlihat jelas karena tertutup masker dan helm. Keterangan mengenai ciri-ciri itu nantinya akan disampaikan kepada polisi sebagai bagian dari informasi awal dalam laporan.

Hingga proses pelaporan dan pemeriksaan dilakukan, pihak panti belum menyimpulkan identitas maupun keberadaan orang yang diduga terlibat. Pengurus menyerahkan penelusuran fakta kepada kepolisian dan meminta masyarakat tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi. Prioritas utama panti saat ini adalah menjaga keamanan penghuni serta memastikan anak-anak memperoleh dukungan setelah menyaksikan kejadian tersebut.

Kapolsek Sukarame Kompol HD Pandiangan menyampaikan bahwa polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan aksi pamer kelamin di depan panti asuhan putri di Bandar Lampung. Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengungkap peristiwa yang dilaporkan terjadi di sekitar lingkungan panti, sekaligus memastikan informasi mengenai dugaan tindakan tidak senonoh itu dapat ditelusuri secara proporsional.

Menurut keterangan polisi, pihak panti asuhan hingga kini belum menyampaikan laporan resmi ke Mapolsek Sukarame. Meski demikian, belum adanya laporan tersebut tidak serta-merta menghentikan upaya kepolisian untuk menelusuri dugaan kejadian yang menjadi perhatian tersebut. Polisi tetap menjalankan serangkaian penyelidikan berdasarkan informasi yang telah diterima.

Kompol HD Pandiangan menegaskan bahwa proses yang dilakukan masih berada pada tahap penyelidikan. Karena itu, belum ada keterangan mengenai identitas pihak yang diduga terlibat, maupun perkembangan lebih lanjut terkait perkara tersebut. Polisi juga belum menyampaikan hasil akhir dari penyelidikan yang sedang berjalan.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kepolisian masih berupaya memperoleh gambaran yang jelas mengenai dugaan aksi tak senonoh itu, meskipun laporan dari pihak panti belum diterima di Mapolsek Sukarame. Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi dari kepolisian dan tidak menarik kesimpulan sebelum seluruh proses penyelidikan selesai. Hingga saat ini, perkara tersebut masih ditangani dalam tahap penyelidikan, dengan informasi yang tersedia terbatas pada keterangan mengenai dugaan kejadian dan langkah penelusuran polisi.