RadarNKRI.id, Larantuka – Remaja Masjid Agung Syuhada bersama Pemerintah Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, resmi membuka Rest Area Semana Santa dan Posko Toleransi sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran perayaan Semana Santa di Kota Larantuka.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama, khususnya pada momen sakral umat Katolik yang setiap tahunnya menarik ribuan peziarah.
Lurah Ekasapta, Dave Valentino Mautuka, mengatakan posko toleransi tersebut didirikan di depan Kantor Lurah Ekasapta dan difungsikan sebagai tempat istirahat bagi para peziarah maupun masyarakat yang melintas selama rangkaian Semana Santa berlangsung.
“Posko ini kami siapkan sebagai bentuk pelayanan kepada pengunjung ataupun para peziarah yang datang ke Kota Larantuka untuk mengikuti rangkaian kegiatan Semana Santa. Mereka bisa beristirahat dengan nyaman di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai fasilitas telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung, mulai dari tempat beristirahat, minuman hangat seperti kopi dan teh, hingga layanan pengisian daya telepon genggam secara gratis.
“Di posko ini tersedia kopi, teh, serta tempat untuk mengisi daya ponsel. Kami ingin memastikan para peziarah tetap nyaman dan dapat berkomunikasi dengan baik selama berada di Larantuka,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan fasilitas tambahan bagi pengunjung yang memiliki kebutuhan khusus, termasuk tempat istirahat yang lebih layak.
“Bagi pengunjung berkebutuhan khusus, kami juga menyiapkan springbed untuk beristirahat. Ini bagian dari pelayanan kami kepada semua kalangan,” jelas Lurah Dave.
Posko toleransi dan rest area ini mulai beroperasi sejak Rabu dan akan melayani masyarakat hingga perayaan Minggu Paskah mendatang.
Kehadiran Remaja Masjid Agung Syuhada dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat toleransi antarumat beragama di Larantuka, yang dikenal sebagai Kota Reinha.
Menurut Dave, keterlibatan pemuda masjid dalam pelayanan Semana Santa merupakan bukti nyata bahwa nilai persaudaraan dan kebersamaan tetap terjaga di tengah keberagaman.
“Ini adalah bukti kerukunan umat beragama di Kota Reinha Larantuka. Kita hidup berdampingan dengan damai dan saling mendukung dalam setiap kegiatan keagamaan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun harmoni sosial melalui aksi nyata, bukan sekadar wacana.
“Kami ingin menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata seperti ini,” imbuhnya
Dengan adanya rest area dan posko toleransi ini, para peziarah diharapkan dapat menjalankan rangkaian Semana Santa dengan lebih nyaman, sekaligus merasakan hangatnya persaudaraan antarumat beragama di Flores Timur.***(Ell)

